Warga Lamsel Gunakan Lemna Minor untuk Pakan Alternatif

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

192

LAMPUNG — Keterbatasan sumber pakan alami untuk kebutuhan ternak mendorong warga Desa Pasuruan, Kecamatan Penengahan, Lampung Selatan berpikir kreatif. Salah satunya dengan memanfaatkan jenis tanaman paku air yang dikenal dengan kiambang atau rumput bebek (duckweed).

Edi Gunawan (38) salah satu peternak menyebutkan, ia menggunakan Lemna minor tersebut sebagai pakan alternatif. Selain untuk ikan, tanaman mengambang di air tersebut juga diaplikasikan untuk unggas jenis ayam, bebek, enthok hingga ternak kambing dan sapi dengan proses pencampuran pada rumput serta dedak.

Memanfaatkan bibit sebanyak dua botol bekas air mineral, Edi Gunawan selanjutnya mengembangkan lemna minor pada kolam terpal dengan diberi jaring atau waring.

Pertumbuhan lemna minor yang cepat membuat kolam terpal seluas 4×6 meter dalam dua pekan dipenuhi tanaman air tersebut. Selain diberikan untuk pakan dalam keadaan basah, lemna minor juga dikeringkan sehingga bisa disimpan.

“Saya memiliki ternak unggas dengan kebutuhan pakan cukup banyak, jika dilepaskan akan mengganggu tanaman milik warga lain sehingga saya memilih untuk mencoba membudidayakan sumber pakan alternatif,” terang Edi Gunawan, Senin (12/11/2018).

Meski awalnya belum terbiasa, pemberian pakan lemna minor disebut Edi Gunawan justru disukai oleh unggas dan kambing miliknya.

Melalui penggunaan lemna minor sebagai pakan alternatif bisa mengurangi penggunaan pakan. Sebab tanaman yang sudah berusia lebih dari sepuluh hari bisa dipanen dan dikeringkan, selanjutnya disimpan pada karung plastik dengan berat hingga 20 kilogram per karung.

“Lemna minor yang sudah kering dicampurkan dengan dedak serta sumber pakan lain,” terangnya.

Selain itu, lemna minor juga dimanfaatkan pada budidaya ikan nila yang banyak dikembangkan di wilayah tersebut. Sejumlah pembudidaya memanfaatkan sebagai tambahan pakan selingan pelet.

“Ada dua pilihan dalam pemberian pakan pada ikan diberikan secara langsung atau dikeringkan untuk diolah bersama bahan lain pembuatan pelet ikan,” beber Edi Gunawan.

Ternak kambing diberi tambahan pakan lemna minor bersama pakan hijauan rumput. Foto: Henk Widi

Sebanyak 50 kilogram lemna minor kering disebutnya bisa dicampurkan bersama dengan 100 kilogram dedak, 20 kilogram ikan asin sampah serta minyak ikan. Laki laki yang juga membudidayakan ikan gurami dalam kolam terpal serta ikan lele kolam bundar tersebut mengaku kebutuhan pakan yang tinggi harus disiasati.

“Pembuatan pakan mandiri memanfaatkan lemna minor serta bahan lain terbukti efektif mengurangi pengeluaran pembelian pakan pabrikan,” tambahnya.

Ia menyebut sempat dicibir sejumlah tetangga karena membudidayakan gulma yang kerap ditemui di sawah tersebut. Namun tanaman air tersebut sudah diperjualbelikan di platform jual beli online dengan harga Rp35.000 hingga Rp40.000 untuk ukuran 30 gram.

Meski belum menawarkan lemna minor budidayanya namun ia menyebut penanaman untuk kebutuhan sendiri tersebut sudah bisa dipergunakan untuk efisiensi pakan unggas dan ternak kambing miliknya.

Baca Juga
Lihat juga...