hut

Widyawati Tampil Beda dalam Film ‘Mama-Mama Jagoan’

Editor: Koko Triarko

Widyawati -Foto: Akhmad Sekhu
JAKARTA – Widyawati termasuk salah seorang artis yang berjaya sejak dekade 1970-an dan 1980-an, bahkan masih tetap eksis sampai sekarang dalam dunia hiburan, baik film, sinetron, fashion show, drama musikal maupun iklan.
Dalam banyak film yang dibintanginya, Widyawati selalu mendapat peran karakter yang kalem, sederhana dan bersahaja. Tapi, ia kini berani beda dalam film ‘Mama Mama Jagoan’, dengan karakter yang galak, tomboy dan urakan, yang bahkan ia sendiri kesal dengan karakter yang dilakoninya.
“Awalnya ketika diminta untuk main film ini, saya agak kaget, “ kata artis Widyawati, seusai press screening dan press conference film ‘Mama Mama Jagoan’ di XXI Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (15/11/2018) malam.
Perempuan kelahiran Jakarta, 12 Juli 1950, ini membeberkan kekagetannya, karena di usia yang sudah tidak lagi muda diminta untuk reading.
“Perannya tidak hanya saya sendiri, tapi bertiga dengan Niniek L Karim dan Ratna Riantiarno, tapi sangat menarik karena ceritanya, karena awal ketika saya mau main film memang saya baca skenarionya dulu, baru kemudian perannya, akhirnya saya putuskan iya,“ beber artis yang namanya mulai melambung saat bermain sebagai Yuli dalam Pengantin Remaja (1971), bersama Romi yang diperankan almarhum Sophan Sophiaan.
Memerankan karakter yang sangat berbeda dengan karakter-karakter sebelumnya, kata Widyawati, sempat ada yang komentar tidak suka dengan karakternya.
“Kalau main film, saya tidak bicara tantangan, tapi saya berusaha main sebaiknya mungkin,“ terang peraih Piala Citra dalam Festival Film Indonesia (FFI) 1987 kategori Pemeran Utama Wanita Terbaik, berkat aktingnya yang gemilang dalam film ‘Arini, Masih Ada Kereta yang Akan Lewat’.
Widyawati mengungkapkan, ia pernah menolak sebuah peran karena merasa diri tidak bisa dan memang tidak sesuai dengan dirinya.
“Itu terjadi sudah lama sekali, saya diminta untuk berperan sebagai orang tua dari Roy Marten dan L Manik, padahal kita sama,” ungkapnya.
Meski sudah sangat berpengalaman dalam dunia seni peran, Widyawati orangnya tidak mau coba-coba. “Saya tidak mau yang meminta peran akan kecewa, jadi lebih baik saya mundur,“ tuturnya  terus terang.
Widyawati sebenarnya kesal dengan karakter bernama Dayu, yang diperankannya dalam film ‘Mama Mama Jagoan’. “Karakternya galak dan membuat saya kesal, tapi itulah karakter Dayu yang diinginkannya oleh sutradara yang mengarahkan saya, tapi kalau berlebihan, saya menyarankan dan memberikan masukan, karena semua demi kebaikan kita bersama,“ paparnya.
Kepada para pendatang baru yang serius terjun dalam dunia perfilman, Widyawati memberikan masukan untuk berperan sebaik mungkin.
“Begitu juga dengan pekerjaan apa pun, harus menjalani dengan penuh rasa tanggung jawab, total dan profesional,“ tegasnya.
Widyawati mengaku bersyukur, karena masih tetap eksis dalam dunia perfilman. “Saya berterima kasih kepada Tuhan dan bersyukur di usia yang sudah tidak muda lagi, masih tetap ada kesempatan untuk main film, yang paling penting kita harus selalu mensyukuri apa yang sekarang kita miliki,“ pungkasnya.
Lihat juga...
error: Terimakasih Sudah Berkunjung !!