1.424 Relawan Bantu Penanganan Korban Tsunami di Banten

Editor: Koko Triarko

BANTEN – Sebanyak 1.424 relawan ikut membantu penanganan bencana tsunami Selat Sunda di Provinsi Banten. Ribuan relawan tersebut berasal dari sekitar 100 badan relawan dari Tim Siaga Bencana (Tagana) Provinsi Banten, relawan universitas, Tagana Provinsi DKI Jakarta dan lainnya.

Selain itu, sejumlah personel TNI AD, AL, dan AU juga dikerahkan di wilayah Kabupaten Pandeglang dan Kabupaten Serang. Total pasukan yang dikerahkan mencapai 2.016 orang. Di wilayah kabupaten Pandeglang, sebanyak 1.637 personel dan 131 pasukan di wilayah Kabupaten Serang, termasuk pasukan cadangan sebanyak 248 orang.

Prada Marinir Willyandani (kanan) dan sejumlah anggota kesatuan Marinir Cilandak ikut membantu Tagana membungkus nasi untuk pengungsi di GOR Labuhan, Kabupaten Pandeglang -Foto: Henk Widi

Sejumlah alat berat, di antaranya ekskavator, backhoe loader, dump truck, dikerahkan untuk melakukan pembersihan lokasi di Kecamatan Carita, dan Kecamatan Sumur.

Ditemui di posko pengungsian bencana alam Kementerian Sosial, di Gedung Olah Raga (GOR) Kecamatan Labuhan, Ade Mulyana, Ketua Tagana Kabupaten Pandeglang, mengatakan, jumlah pengungsi di lokasi tersebut ada 1.253 jiwa.

Tim relawan dari Tagana kabupaten dan sejumlah relawan lain, melakukan berbagai tugas, di antaranya mendirikan dapur umum lapangan (Dumlap), posko kesehatan serta sejumlah tugas lain untuk membantu pengungsi.

“Pada tahap awal, Tagana dan semua relawan melakukan proses evakuasi membantu korban tsunami yang dibawa ke posko pengungsian, dan di wilayah Pandeglang dipusatkan di GOR Labuhan atau lapangan futsal,” terang Ade Mulyana, saat dikonfirmasi Cendana News, Jumat (28/12/2018).

Menurut Ade Mulyana, untuk layanan dapur umum, Kementerian Sosial Tagana disiagakan di posko induk GOR atau lapangan futsal Kecamatan Labuhan. Selain itu, sejumlah layanan dapur umum juga disediakan di sepuluh lokasi lain di wilayah kabupaten Pandeglang, dan 2.100 bungkus disiapkan di kabupaten Serang.

“Kebutuhan nasi bungkus tersebut diberikan bagi sejumlah relawan dan pengungsi, dengan jatah diberikan pada saat siang dan malam hari,” terang Ade Mulyana.

Menu yang disediakan dalam nasi bungkus, di antaranya nasi putih, ikan goreng, mie goreng untuk makan siang dan menu nasi putih, balado telur dan tumis wortel.

Ia menyebut, di pengungsian GOR Labuhan, Tagana dan sejumlah relawan menyediakan rata-rata 6.000 hingga 7.000 bungkus untuk satu kali makan. Porsi tersebut akan terus bertambah, seiring dengan bertambahnya relawan yang ikut membantu penanganan pengungsi.

Lihat juga...