19 Daerah Ikuti Parade Lagu Daerah ke-35 TMII

Editor: Mahadeva WS

207

JAKARTA – Tim Parade Lagu Daerah perwakilan, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), melantunkan lagi Beragam Itu Indah. Sebuah lagu, yang dipadukan dengan irama musik dan lenggok para penari. Lagu tersebut bermakna, tidak perlu seragam atau serupa.

Terimalah perbedaan sebagai kesadaran, dan harmoni adalah sikap bijak yang menghantarkan cinta kepada Tuhan. Perbedaan itu cukup indah, jika kita mampu merajutnya dengan cinta. Indonesiaku, beragam suku bangsa, agama dan budaya, menyatu dalam cita dan cinta.  Sementara, perwakilan dari Jawa Tengah, melantunkan lagu, Tentram Ing Nusantara. Sebuah lagu, yang mengandung makna, nusantara, negeri besar dan berbudaya.

Penampilan provinsi Jawa Tengah dalam lagu “Tentram Ing Nusantara” pada parade lagu daerah ‘Gita Permana Nusantara’ TMII 2018 di Sasono Langen Budoyo TMII, Jakarta, Sabtu (8/12/2018). Foto : Sri Sugiarti.

Dengan ragam suku, agama, budaya, serta kerukunan dan keramahan. Ini semua harus dijaga serta dilestarikan, untuk menjaga persatuan dan kesatuan agar kedamaian terpancar sepanjang masa. Penampilan kedua tim tersebut membius mereka yang datang ke Parade lagu daerah, Gita Permana Nusantara, Taman Mini Indonesia Indah (TMII) 2018. Penyelenggaraan kali ini, bertema Cinta Damai dan Toleransi dalam Kehidupan Masyarakat. Parade lagu daerah ke-35 ini, diikuti 19 peserta dari berbagai provinsi Indonesia. Parade digelar di Sasono Langen Budoyo TMII, Jakarta, Sabtu (8/12/2018).

Manager Program Budaya TMII, Ertis Yulia Manikam. Foto : Sri Sugiarti.

Manager Program Budaya TMII, Ertis Yulia Manikam, mengatakan, TMII merupakan wadah pelestarian dan pengembangan budaya bangsa. Salah satu khazanah seni budaya bangsa adalah lagu daerah, yang harus dilestarikan. “Parade ini adalah edukasi karya cipta lagu daerah. Kami berharap melalui ajang ini, lagu daerah bisa dicintai masyarakat, khususnya generasi muda,” kata Ertis kepada Cendana News disela-sela acara.

Penyelenggaraan parade lagu daerah, yang sudah digelar ke-35 kalinya, tidak semata-mata hasil kerja TMII. Tetapi berkat dukungan berbagai pihak, utamanya pemerintah provinsi, kabupaten dan kota serta kementerian. “Terima kasih kepada pemerintah provinsi, kabupaten dan kota, yang telah mengirimkan duta seni terbaiknya untuk tampil di ajang yang digelar TMII, ini,” tandasnya.

Ertis menjelaskan, parade lagu daerah Gita Permana Nusantara TMII, digelar sejak 1983. Kegiatannya telah menjadi ajang nasional, bagi seniman-seniman di seluruh Indonesia. Adapun kreteria penilaian, terkait penciptaan lagu, komposisi nada, lirik dan syair yang menarik. Dukungan ilustrasi musik dengan berbagai tatanan kreativitas yang harmoni, juga menjadi penilaian para dewan juri. Para juara, selain mendapat piala, piagam juga mendapatkan uang pembinaan dari manajemen TMII.

Baca Juga
Lihat juga...