1988, Presiden Soeharto Berharap Natal Hidupkan Semangat Pengorbanan

Editor: Koko Triarko

JAKARTA – Setiap perayaan Natal, Presiden Soeharto sebagai Kepala Negara selalu berpidato menyampaikan pesan Natal. Bahkan, juga menyempatkan untuk hadir, seperti pada perayaan Natal 1989 yang diselenggarakan bersama oleh para pegawai negeri, baik Protestan, maupun Katolik, di Jakarta.

Sebagaimana dilansir dari laman soeharto.co., Presiden Soeharto menghadiri acara Peringatan Natal Bersama Pegawai Negeri RI yang diadakan di Balai Sidang Senayan, Jakarta, pada 29 Desember 1989.

Dalam sambutannya, Presiden Soeharto antara lain, mengatakan bahwa kita hidup bermasyarakat dan membangun bangsa dalam negara kesatuan yang berdasarkan Pancasila.

“Panggilan keagamaan kita harus mampu menggugah semangat dan membuka kedalaman bagi penghidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara itu, “ tegas Presiden Soeharto.

Presiden Soeharto mengingatkan, bahwa kita harus lebih menyadari betapa pentingnya sila Keadilan Sosial bagi kelompok masyarakat yang masih serba kekurangan.

“Dan, betapa mendesaknya kita harus berbuat sesuatu yang nyata, agar mereka ikut merasakan hidup damai dan bahagia melalui perbaikan nasib,“ imbau Presiden Soeharto.

Lebih jauh, Presiden Soeharto menyampaikan, bahwa kesetiakawanan sosial harus diikuti dengan perbuatan yang mencerminkan keadilan dan kemanusiaan. Bukan sekadar dengan membagi-bagikan pakaian dan makanan bagi mereka. ltu tidak akan pernah cukup.

“Harus ada perbaikan dalam kehidupan kita bersama, agar mereka mendapatkan kesempatan yang luas untuk maju dan meningkatkan taraf hidup mereka. Niat kuat untuk mewujudkannya harus diimbangi dengan kesediaan berkorban,“ tegas Presiden Soeharto.

Sementara itu pada perayaan Natal 1986, Presiden Soeharto antara lain mengatakan, bahwa dalam rangka memantapkan Pancasila sebagai satu-satunya asas, kita telah dapat mengembangkan hubungan yang positif dan kreatif antara kehidupan beragama yang berpedoman kepada iman dari masing-masing agama yang diyakini.

“Dan, bersifat universal di satu pihak dan pada pihak lain kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara yang berasaskan Pancasila,“ tegas Presiden Soeharto.

Lihat juga...