2.245 Permohonan KPJ Masih Diproses

Editor: Koko Triarko

JAKARTA –Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi DKI Jakarta, masih memverifikasi sejumlah buruh yang mengajukan diri untuk mendapatkan Kartu Pekerja Jakarta (KPJ).

“Saat ini, ada 2.245 orang masih dalam proses verifikasi Disnakertrans. Data ini akan terus bertambah, seiring dengan kelengkapan data yang disampaikan federasi serikat pekerja atau serikat buruh, asosiasi, maupun dari tim Disnakertrans,” kata Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi DKI Jakarta, Andri Yansyah, di Pasar Induk Kramat Jati, Jalan Raya Bogor, Jakarta Timur, Senin (31/12/2018).

Menurutnya, pekerja yang mendapat kartu tersebut adalah para pekerja yang mendapatkan gaji Upah Minimum Provinsi (UMP) ditambah 10 persen. Selain itu, pekerja yang mendapatkan kartu pekerja tersebut, yakni para pekerja yang ber-KTP DKI Jakarta dan bekerja di Jakarta.

“Mendapat rekomendasi dari asosiasi maupun dari serikat pekerja, karena yang tahu persis Pekerja yang UMP 1+10 persen itu asosiasi pekerja. Setelah itu, baru disampaikan ke Disnaker. Jadi, pekerja tidak perlu ke Disnaker atau ke Bank DKI, cukup melalui serikat dari situ diserahkan ke Disnaker, menyerahkan ke Bank DKI, setelah itu dilakukan penyerahan,” ucap Andri.

Sebelumnya, kata Andri, data yang telah masuk untuk proses verifikasi sebanyak 6.441 orang, dari 212 perusahaan di DKI. Dari proses verifikasi tersebut, yang dinyatakan lolos 3.756 orang, dengan rincian tahap I sebanyak 173 Kartu Pekerja, telah diserah terimakan kepada para pekerja pada 15 November 2018 di Jak Grosir Kramat Jati.

Penyerahan tahap dua, sebanyak 160 kartu diserah terimakan kepada para pekerja pada 28 November 2018 yang dilaksanakan di Pasar Bidadari, Jakarta Timur, dan Pasar Kedoya, Jakarta Barat.

Tahap tiga sebanyak 480 kartu, telah diserah terimakan pada 15 Desember 2018, yang dilaksanakan di PT Kaho Indah Citra Garment, Jakarta Utara.

Tahap empat, diserahkan hari ini, Senin (31/12), sebanyak 1.564 kartu, secara bersamaan di wilayah lima wilayah kota. Pertama, di Jakarta Utara, tepatnya di PT Kaho sebanyak 1.079 kartu. Kedua, di Jakarta pusat, tepatnya di Kantor Walikota Jakarta Pusat berjumlah 165 kartu.

Di Jakarta Selatan, tepatnya di Kantor Walikota Jakarta Selatan, berjumlah 122 kartu. Di Jakarta Barat, tepatnya di Pasar Kedoya yang berjumlah 258 kartu dan 416 kartu di Jakgrosir.

Berikut syarat dan mekanisme tahapan, agar bisa memiliki Kartu Pekerja;

  1. Menyerahkan fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP), Kartu Keluarga (KK), Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), Slip Gaji dan Surat Keterangan dari Perusahaan.
  2. Pendaftaran dilakukan melalui Disnaker, atau melalui Tim Kerja seperti Serikat Pekerja atau pun Asosiasi.
  3. Disnakertrans Provinsi DKI Jakarta melakukan verifikasi terhadap data permohonan yang diajukan.
  4. Pemohon melakukan pembukaan rekening Bank DKI dengan deposit minimal Rp 50.000.
  5. Disnakertrans Provinsi DKI Jakarta bersama Bank DKI akan mendistribusikan ‘Kartu Pekerja’ di beberapa titik yang telah ditentukan oleh Serikat Pekerja.

Sementara untuk mendapatkan pangan murah di Jakarta, bisa memakai Kartu Pekerja yang tersedia di 96 lokasi Perumda Pasar Jaya, 110 lokasi Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA), 18 lokasi Rumah Susun (Rusun), 2 lokasi Meat Shop Dharma Jaya dan beberapa Koperasi Serikat Pekerja yang ditetapkan Tim kerja.

Berikut harga subsidi pangan untuk para pekerja;

  1. Daging Sapi dari harga Rp 93.500 menjadi Rp 35.000 per kilogram.
  2. Daging Ayam dari Rp 40.000 menjadi Rp 8.000 per ekor.
  3. Telur dari Rp 28.000 menjadi Rp 10.000 perkilogram.
  4. Beras dari Rp 62.500 menjadi Rp 30.000 per lima kilogram.
  5. Ikan Kembung beku dari Rp 38.000 menjadi Rp 13.000 per kilogram.
  6. Susu UHT dari Rp 70.000 menjadi Rp 30.000 per pak.

Kartu Pekerja hanya bisa dimiliki oleh buruh yang ber-KTP DKI, dengan gaji UMP Rp 3.940.973 atau di atas UMP 10 persen.

Lihat juga...