2.482 KK Terdampak Banjir dan Longsor di Jember

JEMBER — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember mencatat sebanyak 2.482 kepala keluarga (KK) yang tersebar di beberapa desa dan kecamatan di Kabupaten Jember, Jawa Timur terdampak banjir, banjir bandang, dan tanah longsor.

“Hasil pendataan sementara, jumlah lokasi yang terdampak banjir, banjir bandang, dan tanah longsor tersebar di 20 titik yang berada di 13 kecamatan di Jember,” kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Jember, Heru Widagdo di Jember, Senin (24/12/2018).

Ribuan rumah warga yang tersebar di belasan kecamatan di Kabupaten Jember diterjang banjir, tanah longsor, dan banjir bandang sejak Sabtu (22/12) hingga Minggu (23/12), bahkan banjir masih menggenangi di sejumlah titik seperti di Kecamatan Kencong hingga Senin ini.

Berdasarkan data yang dihimpun petugas BPBD Jember di lapangan, jumlah warga yang terdampak banjir di Desa Glundengan, Kecamatan Wuluhan sebanyak 492 KK, Desa Curahlele-Kecamatan Balung sebanyak 170 KK Desa Sukorejo-Kecamatan Bangsalsari sebanyak 230 KK, Desa Sumberagung, Kecamatan Sumberbaru sebanyak 811 KK.

Kemudian di Desa Wonoasri, Kecamatan Tempurejo sebanyak 5 KK, Desa Keraton, Kecamatan Kencong sebanyak 448 KK, Desa Paseban, Kecamatan Kencong sebanyak 24 KK Desa Pancakarya-Kecamatan Ajung sebanyak 60 KK, Desa Sidomulyo, Kecamatan Semboro sebanyak 50 KK Desa Pondok Jeruk, Kecamatan Jombang sebanyak 150 KK.

Di Desa Klompangan Ajung, banjir menyebabkan Kantor Kecamatan Ajung terendam setinggi 50 cm, sedangkan pendataan di sejumlah lokasi lainnya masih terus dilakukan seperti di Desa Yosorati, Kecamatan Sumberbaru dan Desa Karanganyar, Kecamatan Ambulu.

Lihat juga...