200 Warga Sikka Terserang Malaria

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

Kepala Bidang kepala bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) dinas Kesehatan kabupaten Sikka,dr.Harlin Hutauruk.Foto : Ebed de Rosary

MAUMERE — Penyakit malaria di kabupaten Sikka masih meningkat, dimana sebanyak 200 dari sebanyak 22.995 warga kabupaten Sikka yang diperiksa sejak bulan Januari sampai Oktober 2018 terserang penyakit malaria.

“Penyakit melaria di kabupaten Sikka memang masih tinggi meskipun kami selalu melakukan berbagai upaya pencegahan,” ujar dr. Harlin Hutauruk kepala bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) dinas Kesehatan kabupaten Sikka, Jumat (7/12/2018).

Penyakit malaria, terang Harlin, biasanya meningkat sejak Januari hingga Februari karena musim hujan, sehingga banyak air tergenang. Yang paling banyak terjadi, di Puskesmas Paga dimana saat Januari saja dari 62 kasus, Paga menyumbang 41 kasus.

“Selain banyak genangan, pada saat musim hujan populasi nyamuk meningkat. Kalau satu orang sudah terkena penyakit malaria maka penyebarannya akan cepat sekali,” tuturnya.

Untuk mengatasinya, kata Harlin, dinas Kesehatan turun ke Paga dan beberapa lokasi yang kasus malarianya meningkat dan menggerakkan masyarakat untuk melakukan pemberantasan.

“Kami juga melakukan edukasi kepada masyarakat mengenai cara memerangi penyakit malaria. Membagikan kelambu kepada masyarakat agar bisa mencegah gigitan nyamuk,” tuturnya.

Selain itu jelas Harlin, saat turun ke masyarakat pihaknya menemukan banyak pakaian yang basah dan lembab dijemur di dalam rumah. Ini menjadi tempat peristirahatan nyamuk apalagi kondisi rumah dalam keadaan gelap.

Lihat juga...