2018, Kaltim Didominasi Kejahatan Konvensional

Editor: Satmoko Budi Santoso

170

BALIKPAPAN – Kepolisian Daerah Kalimantan Timur mencatat sepanjang tahun 2018, kejahatan konvensional mendominasi dari empat tipe kejahatan yang menjadi perhatian Polda Kaltim. Tercatat di tahun 2018 jumlah kejahatan konvensional sebanyak 5.878 kasus.

Dari klasifikasi 4 kejahatan yang dipantau Polda Kaltim tersebut, jumlah gangguan keamanan di wilayah Kaltim menurun jika dibandingkan data tahun 2017. Jumlah kejahatan tahun ini mencapai 7.623 kasus, sedangkan tahun 2017 sebanyak 8.683 kasus.

“Bisa dilihat, pada tahun ini jumlah kejahatan berjumlah 7623 kasus. Artinya secara keseluruhan tahun 2018, gangguan keamanan menurun karena Polda Kaltim juga sudah tidak membawahi Kaltara,” papar Kapolda Kaltim, Irjen Pol. Priyo Widyanto.

Adapun klasifikasi kejahatan terdiri dari 4 bagian. Yakni kejahatan konvensional, kejahatan trans nasional, kejahatan yang merugikan kekayaan negara serta kejahatan yang berimplikasi kontijensi.

“Dari 7623 kasus itu, terdiri dari kejahatan konvensional 5878 kasus, kejahatan trans nasional 1560 kasus dan kejahatan kekayaan negara 185 kasus. Kesemuanya turun dibanding data tahun 2017,” jelas Kapolda, Minggu (30/12/2018).

Dia mengatakan dari jumlah kejahatan ditangani beberapa direktorat Polda Kaltim dan seluruh Polres di wilayah Polda Kaltim.

“Polres Samarinda paling banyak menangani yaitu ada 3011 kasus. Kedua di Polres Balikpapan, 1877 kasus. Ketiga di Polres Kukar yaitu 588 kasus,” beber perwira tinggi yang juga pernah menjabat sebagai Wakapolda Kalimantan Selatan itu.

Sedangkan tahun 2019 nanti, Kapolda menambahkan, Polri tetap fokus pada empat kejahatan dan pengamanan terhadap pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) agar berjalan lancar.

“Yang menjadi prioritas masih pada empat kejahatan itu, tapi sekali lagi pengamanan pemilu 2019 juga menjadi prioritas agar berjalan lancar,” tutupnya.

Baca Juga
Lihat juga...