2019, Balikpapan Maksimalkan Peran Bank Sampah

Editor: Koko Triarko

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Balikpapan, Suryanto -Foto: Ferry Cahyanti

BALIKPAPAN – Kontribusi bank sampah mengurangi jumlah sampah yang diangkut ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Manggar, setiap harinya mencapai 22 persen. Pada 2019, kontribusi pengurangan sampah akan dimaksimalkan hingga 60 persen.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Balikpapan, Suryanto, menuturkan keberadaan bank sampah selama ini mampu mengurangi sampah yang diangkut ke TPA, sebesar 22 persen dari jumlah sampah rumah tangga sebesar 350-400 ton per hari.

“Keberadaan bank sampah akan kami maksimalkan, karena manfaatnya sangat besar, khususnya mengurangi sampah yang diangkut,” katanya, Rabu (26/12/2018).

Keberadaaan bank sampah, lanjut Suryanto, juga mengurangi sampah yang ada di Tempat Penampungan Sementara (TPS). Dengan adanya bank sampah, pemilahan sampah pun berfungsi menjadi daur ulang sesuai dengan fungsinya.

“Bank sampah ini dikelola masyarakat. Sehingga bergantung pada kesadaran masyarakatnya. Target kami, pada 2019 kontribusi sampah bisa mencapai 60-70 persen,” terang mantan Kepala Bappeda Balikpapan ini.

Menurutnya, jumlah bank sampah di Balikpapan saat ini mencapai 105 unit. Untuk itu, pihaknya akan memaksimalkan bank sampah di setiap kelurahan, sehingga fungsi dari bank sampah akan lebih maksimal dalam pengurangan sampah yang diangkut.

“Keberadaan 105 unit bank sampah harus dimaksimalkan, utamanya untuk reuse, reduce, dan recycle (3R). Memang, keberadaan bank sampah ini ada yang jauh dari jangkauan masyarakat,” katanya.

Dia mengatakan, seharusnya keberadaan bank sampah tidak jauh dari warga, sehingga warga pun bisa melakukan pemilahan dari warga sekitar.

Suryanto menambahkan, bank sampah juga dikelola siswa sekolah dari Sekolah Dasar hingga Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP).

“Pengelolaan sampah di lingkungan pendidikan itu sebagai bentuk pembelajaran, sehingga anak-anak paham tentang pemanfaatan sampah,” tutupnya.

Lihat juga...