2019, Damandiri Luncurkan Program Bedah Rumah di Padang

Editor: Koko Triarko

203
Sekretaris Koperasi Serba Usaha (KSU) Dewantara Ranah Minang (Derami) Padang, Latifah/ Foto: M. Noli Hendra 
PADANG – Yayasan Damandiri tengah menyiapkan program bedah rumah bagi warga kurang mampu di Kota Padang, Sumatra Barat, pada 2019 mendatang. Untuk itu, pendataan bagi warga yang layak mendapatkan bantuan bedah rumah itu pun mulai dilakukan.  
Sekretaris Koperasi Serba Usaha (KSU) Dewantara Ranah Minang (Derami) Padang, Sumatra Barat, Latifah, mengatakan, dari pertemuan sejumlah koperasi mitra Yayasan Damandiri, pada November, lalu, dibahas tentang program yang akan dijalankan pada 2019, yang merupakan sebuah gebrakan, yakni rehab atau bedah rumah bagi keluarga miskin.
Dalam rencananya, rehab rumah itu diberikan kepada keluarga kurang mampu, yang menjadi anggota koperasi. Masyarakat yang menjadi anggota koperasi atau pun yang tergabung ke dalam Pos Pemberdayaan Keluarga (Posdaya), berpeluang mendapatkan program tersebut.
“Jadi, Damandiri meminta KSU Derami untuk mendata secara teliti, rumah-rumah warga yang benar-benar layak untuk dibedah. Setelah data terhimpun, diserahkan ke Damandiri,” katanya, Minggu (2/12/2018).
Ia menjelaskan, setelah data-data diterima Damandiri, maka untuk menindaklanjutinya Damandiri juga akan melakukan survei, guna memastikan warga yang berhak menerima bantuan bedah rumah itu. Namun untuk persoalan dana atau biaya bedah rumah, akan digelontorkan langsung oleh Damandiri.
“Kalau dana dari KSU Derami, untuk rehab rumah itu, tidak mungkin, karena untuk melakukan rehab butuh biaya yang besar. Dapat diperkirakan, satu rumah Rp15 juta. Jadi saya lihat, Padang layak untuk mendapatkan bantuan dana rehab rumah itu,” ujarnya.
Melihat dari 2.560 lebih anggota koperasi yang ada di KSU Derami Padang, yang tergabung ke dalam 34 Posdaya, tidak dapat dipungkiri, bahwa jumlah rumah yang layak dibedah itu banyak. Maka, KSU Derami berharap betul, pada 2019 mendatang, banyak rumah-rumah warga berkesempatan dibedah.
Menurutnya, pemerintah juga telah memiliki program serupa. Hanya saja belum merata, bahkan ada kondisi rumah yang benar-benar seharusnya layak, malah belum terjamah.
“Hal yang demikian yang perlu kita lakukan. Pendataan rumah warga itu benar-benar tepat dan independen. Tanpa ada embel-embel kedekatan, tapi jika tidak layak, memang tidak akan didaftarkan,” tegasnya.
Latifah mengaku tidak mengetahui pasti jumlah yang akan dicairkan oleh Damandiri, untuk membedah rumah warga. Namun, melihat pada anggaran pemerintah untuk bedah rumah itu di kisaran Rp15 juta untuk setiap rumah, yang diberikan secara dua tahap.
KSU Derami berharap, dengan adanya program bedah rumah dari Yayasan Damandiri, akan dapat mengangkat dan memperbaiki kondisi kehidupan keluarga miskin di daerahnya.
Dari satu sisi, adanya Tabur Puja yang merupakan unit usaha KSU Derami, memberikan pinjaman modal usaha, yang juga bertujuan untuk memperbaiki ekonomi masyarakat.
“Untuk itu, dengan adanya bedah rumah pada tahun depan, akan semakin memperbaiki kesejahteraan masyarakat. Hal ini juga seiring dengan target Damandiri untuk mengentaskan kemiskinan,” pungkasnya.
Baca Juga
Lihat juga...