2019, KSU Derami Konsisten Kembangkan Ekonomi Rakyat

Editor: Satmoko Budi Santoso

PADANG – Koperasi Serba Usaha (KSU) Dewantara Ranah Minang (Derami) Padang, Sumatera Barat, terbilang cukup banyak kiprahnya dalam mengayomi masyarakat yang tergabung dalam Pos Pemberdayaan Keluarga (Posdaya) yang ada di kawasan Kota Padang.

Apalagi KSU Derami sejak dipimpin oleh pengurus koperasi yang baru, terlihat ada kemajuan, baik dari segi program maupun konsistensi dalam merangkul masyarakat ekonomi lemah, dalam upaya mengentaskan kemiskinan.

Ketua KSU Derami Padang, Sayu Putu Ratniati, mengatakan, di tahun 2019, pengurus telah mempersiapkan segala hal, seperti halnya program. Seperti untuk pembinaan Posdaya, pinjaman modal usaha, dan pelatihan-pelatihan di berbagai pilar yang menjadi pedoman KSU Derami dalam merangkul masyarakat.

“Tahun 2019 adalah tahun pertama saya dan beberapa orang lainnya sebagai pengurus merancang kegiatan dan program kerja untuk 12 bulan ke depan. Intinya, belajar dari pengurus sebelumnya, kami ingin lebih konsisten dalam pengembangan ekonomi masyarakat,” katanya, ketika dihubungi, Minggu (23/12/2018).

Ia menyebutkan, salah satu bentuk konsistensi dalam melakukan pengembangan ekonomi masyarakat, kini memiliki jumlah anggota Posdaya yang ada di Kota Padang mencapai 2.560 lebih. Di tahun 2019 mendatang, koperasi akan berupaya dalam pengadaan gerobak.

Menurutnya, alasan hal yang demikian, karena sejauh ini koperasi melihat banyak usaha kecil yang berjualan hanya di atas meja kecil. Diangkat dari satu tempat ke tempat lainnya. Koperasi merasa prihatin melihat kondisi yang demikian, sehingga dinilai perlu dicarikan solusi.

“Kalau untuk membuat gerobak atau bahkan membeli dibutuhkan dana yang cukup besar. Mereka yang menjadi anggota Posdaya, adalah keluarga kurang mampu. Jadi meskipun telah diberikan pinjaman modal usaha, bukan berarti telah mampu mandiri. Kelemahannya itu, perlu kita bantu,” katanya.

Selanjutnya juga, ada program di tahun 2019 yang menjadi tahun gebrakan baru yang dilakukan oleh Yayasan Damandiri, yaitu melalui program bedah rumah bagi keluarga kurang mampu. Diberikan kepada sejumlah masyarakat yang dinilai layak.

Ia menjelaskan, rencananya, rehab rumah itu diberikan kepada keluarga kurang mampu yang menjadi anggota koperasi. Seperti halnya di Padang, masyarakat yang menjadi anggota koperasi atau pun yang tergabung Posdaya berpeluang mendapatkan kesempatan rumahnya dibedah.

“Jadi bedah rumah ini, Damandiri meminta dari KSU Derami untuk mendata secara teliti, rumah-rumah warga yang benar-benar layak untuk dibedah. Setelah data terhimpun, diserahkan ke Damandiri,” ujarnya.

Ia menjelaskan, setelah data-data diterima Damandiri, maka menindaklanjuti rekomendasi yang diberikan oleh KSU Derami, seperti survei guna memastikan warga yang berhak menerima bantuan bedah rumah itu. Namun, untuk persoalan dana atau biaya bedah rumah, akan digelontorkan langsung oleh Damandiri.

Sejumlah program kerja telah dirancang oleh Koperasi Serba Usaha (KSU) Dewantara Ranah Minang (Derami) Padang, Sumatera Barat, untuk tahun 2019 mendatang. Program yang dirancang, salah satunya guna mempercepat upaya untuk mengentaskan persoalan ekonomi yang terjadi di Kota Padang.

Sayu juga menyatakan, selain bentuk komitmen yang demikian, juga upaya keseriusan KSU Derami. Melalui program-program kerja untuk tahun 2019 yang telah disusun dan akan hadir, misalnya Warung Cerdas.

“Hadirnya Warung Cerdas  merupakan hasil dari rapat bersama Yayasan Damandiri, yang bertujuan untuk mempermudah masyarakat mendapatkan kebutuhan belanja, yang notabane adalah anggota dari Posdaya,” jelasnya.

Dia berkata, konsep dari Warung Cerdas, pada intinya sama dengan mini market atau sama dengan Sentra Kulakan Posdaya (Senkudaya), yang menjual berbagai kebutuhan dari anggota Posdaya, yang menjalankan usaha makanan dan usaha warung kelontong.

Selama ini, cukup banyak anggota Posdaya yang ingin berbelanja kebutuhan harus menempuh perjalanan yang jauh ke pusat kota.

“Jadi saya rasa rencana dari Yayasan Damandiri untuk mendirikan Warung Cerdas itu, suatu hal yang bagus. Cuma kalau di Padang, rencana saya tidak membentuk di seluruh titik keberadaan Posdaya, tapi hanya beberapa kawasan saja,” kata dia.

Kawasan yang dinilai lebih tepat didirikannya Warung Cerdas, yaitu bagi kawasan yang keberadaan Posdayanya jauh di pusat kota. Daerah yang jauh dari pusat Kota Padang itu, misalnya, Sungai Barameh yang berada ke arah selatan perbatasan Padang dengan Kabupaten Pesisir Selatan, Kecaman Kuranji. Lalu yang berada ke arah menuju Kabupaten Padang Pariaman, dan di daerah lainnya, yang dinilai memiliki akses jauh menuju pusat kota.

“Jadi begitulah bentuk komitmen kita di koperasi. Karena bagaimana pun mengentaskan kemiskinan adalah target besar KSU Derami melalui Posdaya. Ekonomi Rakyat adalah kunci untuk mencapai hal tersebut,” tegasnya.

Lihat juga...