300 Pekerja WIKA Berangkat Menggarap Proyek di Luar Negeri

Menteri BUMN, Rini Soemarno -Dok: CDN

JAKARTA – PT Wijaya Karya (Wika) persero, memberangkatkan ratusan pekerja, ke Aljazair, Niger, Taiwan, dan Malaysia Mereka akan mengerjakan sejumlah proyek pembangunan di negara-negara tersebut.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Rini Soemarno, melepas ratusan pekerja yang disebutnya sebagai duta bangsa tersebut. “Saya bangga, saudara-saudara dapat mewakili Indonesia bekerja di satu tempat yang tentunya bukan hal yang mudah, karena harus meninggalkan keluarga, dan harus bekerja dengan baik di sana, dan anda bukan hanya mewakili WIKA tapi juga bangsa Indonesia,” ujar Rini saat melepas para pekerja di Kantor Pusat WIKA, Jakarta, Minggu (9/12/2018).

Sebanyak 311 pekerja diberangkatkan ke luar negeri. 180 pekerja akan menggarap proyek perumahan sosial (social housing) di Aljazair. Total rumah yang dibangun 5.000 unit. 25 pekerja menggarap proyek renovasi Istana Presiden di Niger, dan 25 pekerja mengerjakan proyek pembangunan jembatan di Taiwan. Sisanya, menggarap proyek pembangunan jembatan di Malaysia. Para pekerja yang diberangkatkan tersebut, para tukang (skilled worker), teknisi listrik, teknisi las, hingga insinyur.

Hingga kini, total ada sekitar 1.500 pekerja WIKA di luar negeri. Dengan tambahan tersebut, akan ada sekira 1.800 pekerja WIKA di luar negeri. Rini mengapresiasi WIKA, yang dinilai semakin berani berekspansi, menggarap proyek-proyek konstruksi di luar negeri. Hal itu secara tidak langsung memberikan persepsi positif negara lain terhadap kemampuan sumber daya manusia Indonesia.

Direktur Utama WIKA, Tumiyana, mengatakan, saat ini minimal laba bersih yang diterima perusahaan dari menggarap proyek-proyek konstruksi di luar negeri sebesar lima persen. Diharapkan, ke depan bisa meningkat menjadi sembilan persen. “Kalau industri rata-rata di dunia untuk konstruksi yaitu dua hingga 3,5 persen. Kita ingin sembilan persen yang kita bawa pulang,” pungkas Tumiyana. (Ant)

Lihat juga...