38 Atlet Pelajar di Sikka Raih 13 Emas

Editor: Satmoko Budi Santoso

184

MAUMERE – Sebanyak 38 atlet pelajar asal Kabupaten Sikka yang mengikuti Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) NTT dan Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) meraih13 medali emas, 9 perak dan 14 perunggu sehingga mengharumkan nama daerah.

“Ini sebuah prestasi yang bagus sehingga diharapkan para pelajar tetap menekuni bakat mereka di cabang olahraga, agar bisa berprestasi di level nasional,” sebut Patrisius Pederiko, Plt. Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (PKO), Kabupaten Sikka, Kamis (6/12/2018).

Dikatakan Patris, sapaannya, event olahraga yang difasiliitasi oleh Dinas PKO juga memberikan bonus bagi atlet peraih medali pada Porda NTT dan O2SN yang secara kelembagaan difasilitasi oleh KONI Kabupaten Sikka.

“Dengan pemberian bonus yang tidak seberapa, diharapkan agar para pelajar bisa meningkatkan prestasi mereka. Ke depan bisa menjadi atlet yang profesional dan bisa mewakili daerah di event yang lebih tinggi,” ungkapnya.

Selengkapnya, hasil perolehan medali untuk cabang olahraga atletik, meraih 3 emas dan 1 perak, taekwondo 1 emas, 3 perak dan 6 perunggu, pencak silat memperoleh 4 emas serta 1 perak dan 1 perunggu.

Cabang olahraga karate mendulang 1 emas dan 1 perunggu, kempo raih 2 emas, tarung derajat sumbang 2 emas 2 dan 1 perak, tinju 2 perak dan 6 perunggu, serta futsal meraih 1 perak.

Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo, S. Sos, M. Si, menyampaikan apresiasi kepada para atlet yang telah memberikan kontribusi prestasi dan dedikasi untuk Kabupaten Sikka.

“Atas nama pemerintah dan masyarakat Kabupaten Sikka, saya memberikan apresiasi kepada adik-adik yang telah berjuang mengharumkan nama Kabupaten Sikka di dunia olahraga,” ujarnya.

Robi, sapaannya, meminta agar para pelajar jangan hanya puas dengan prestasi yang diraih saat ini. Tetapi agar terus berusaha meningkatkan kemampuan dan mempertahankan prestasi. Menjadi lebih baik di level yang level tinggi.

Robi juga mengatakan, peran serta Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) yang merupakan induk dari cabang olahraga dalam membangun dunia olahraga di Kabupaten Sikka, tidak maksimal selama ini.

“Saya minta kepengurusan KONI Kabupaten Sikka dievaluasi. Sebagai induk dari olahraga KONI harus berperan aktif dalam mendukung olahraga di Kabupaten Sikka,” tegasnya.

Baca Juga
Lihat juga...