58 Nelayan di Siak Belum Terdaftar Asuransi

SIAK  – Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Siak menyebut masih tersisa 58 nelayan lagi yang belum terdaftar dalam kartu asuransi nelayan sebagai bentuk perlindungan.

“Dari 1.077 nelayan di Siak, 1.019 orang diantaranya sudah terakomodir dalam Bantuan Premi Asuransi Nelayan (BPAN) dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) secara gratis, yang diberikan sejak 2016,” ujar Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Siak, Susilawati di Siak, Rabu.

Program BPAN yang diberikan KKP kepada nelayan berlaku selama satu tahun sejak kartu diterbitkan serta langsung bisa digunakan dan bisa diperpanjang pada tahun berikutnya, dengan syarat batas usia hanya 65 tahun ke-bawah. Kemudian, apabila masa berlaku asuransi telah habis, maka nelayan boleh ikut asuransi nelayan mandiri dari PT. Jasindo.

“Diminta pada nelayan untuk memperhatikan masa berlaku asuransi, artinya jangan sampai diurus pada saat masa berlakunya sudah habis. Kartu tersebut sangat berguna untuk mengurus saat nelayan mengalami kecelakaan atau sakit karena aktivitas sehari-hari,” ungkap dia.

Pertanggungan asuransi nelayan itu meliputi kecelakaan kerja yang menyebabkan meninggal dunia atau cacat tetap, dan juga biaya pengobatan. Untuk klaim asuransi bagi kecelakaan kerja yang terjadi di laut sebesar Rp200 juta dan klaim untuk kecelakaan kerja yang terjadi bukan di laut sebesar Rp160 juta, dan biaya pengobatan sebesar Rp20 juta.

Ia mengatakan, asuransi nelayan merupakan program nasional dari pemerintah pusat yang disinergikan atas permohonan dari pemerintah daerah, sehingga biaya premi sebesar Rp175.000 per tahun ditanggung sepenuhnya pemerintah dan nelayan tidak dipungut biaya alias gratis.

Menurutnya, untuk 2018 ini DKP Siak belum bisa melakukan pengusulan asuransi gratis bagi nelayan yang telah menerima pada 2016 dan 2017. Namun PT Jasindo menggulirkan program asuransi nelayan mandiri.

“Nelayan penerima asuransi mandiri 2016 dan 2017 sebanyak 11 kartu, berasal dari kecamatan Mempura. Sedangkan yang masih diproses berjumlah 50 nelayan yang berasal dari Kecamatan Koto Gasib dan Sungai Apit,” ungkap dia.

Selain sektor perikanan tangkap, potensi perikanan budidaya di kabupaten Siak sangat besar, oleh karena itu dirinya mengajak seluruh nelayan untuk memanfaatkan potensi yang ada secara maksimal. Dengan harapan mewujudkan profesi nelayan, pembudidaya ikan serta pengolah hasil perikanan menjadi masyarakat yang berpenghasilan tinggi. (Ant)

Lihat juga...