Aceh Tenggara Dikepung Banjir

Ilustrasi -Dok: CDN

BANDA ACEH – Bencana banjir disertai tanah longsor, mengepung wilayah Aceh Tenggara, akibat air sungai di 39 desa pada tujuh kecamatan, mencapai ketinggian satu meter akibat hujan lebat.

“Ada satu rumah roboh tersapu banjir di Desa Tualang Sembilar, Bambel. Ada juga beberapa jembatan gantung penghubung antardesa terputus, kemarin (Kamis, 13/12) malam,” ujar Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Aceh, Teuku Ahmad Dadek, di Banda Aceh, Jumat (14/12/2018).

Ia menyebutkan, ke-39 wilayah desa ini, sembilan di antaranya seperti Bambel Baru, Tualang Baru, Kute Meliye, Alur Buluh, Telengat Pagan, Mbak Sako, dan Babul Makmur, di Kecamatan Bukit Tusam, akibat luapan Sungai Alas.

Selain itu, enam desa lainnya, yakni Lawe Hijo megalami tanggul Sungai Lawe Kinga, pecah di daerah aliran sungai (DAS) yang mengakibatkan Kuning I tergenang air hingga ke badan jalan lintas nasional, Rikit Paloh, Likat, sedangkan di Terutung Payung tanggul DAS Alas jebol, dan Tualang Sembilar di Bambel.

Di Babusalam terdapat dua sungai tanggulnya jebol, yakni DAS Sungai Alas dan DAS Sungai Bulan. Mengakibatkan lima desa tergenang, seperti Mendabe, Batu Mbulan Sepakat, Kuta Cane Lama, Ujung Barat, dan Mbarung juga mengalami jembatan terputus menuju ke Kecamatan Lawe Alas.

Kemudian di Darul Hasanah akibat tanggul Sungai Lawe Mamas, jebol, sehingga lima desa terendam air, seperti Mamas Baru, Kuta Ujung, Kute Rambe, dan Nabukh Buluh.

Ada lima desa di Ketambe mengalami tanggul pecah di DAS Sungai Alas, seperti Bener Bepapah, Simpur Jaya, Jambur Lak-lak, Lauser, dan Jati Sara.

Lihat juga...