Ahli: Peranan Negara dalam Jasa Konstruksi, Lindungi Perekonomian

Editor: Koko Triarko

Akhmad Suraji, Ahli yang dihadirkan Pemerintah dalam uji materil UU Jasa Konstruksi di MK -Foto: M Hajoran

JAKARTA – Akhmad Suraji, menyebutkan, jasa konstruksi memiliki peran penting bagi suatu negara, karena industri konstruksi merupakan sistem ekonomi yang menghasilkan bangunan atau infrastruktur sebagai gross fixed capital formation atau pembentukan modal bruto tetap, bagi kemajuan ekonomi dan sosial suatu bangsa.

“Tidak ada satu negara di dunia ini tanpa kegiatan konstruksi. Konstruksi mengubah bentang alam menjadi lingkungan terbangun. Konstruksi membentuk watak dan jati diri, serta produktivitas manusia. Konstruksi memberi ciri-ciri peradaban bangsa. Konstruksi melibatkan rantai penyediaan barang atau material dan jasa-jasa yang sangat banyak,” katanya, saat menajdi saksi ahli dari pemerintah, di hadapan majelis hakim MK saat sidang uji materi UU Jasa Konstruksi, Kamis (6/12/2018).

Namun diakui, kata Suraji, konstruksi memiliki risiko tinggi terhadap keselamatan pekerja, publik, harta, benda, dan lingkungan. Sebagai pembentuk lingkungan terbangun, konstruksi berimplikasi terhadap kepentingan hajat hidup orang banyak, karena panjangnya backward dan forward linkages dari kegiatan konstruksi.

“Dengan peranan yang penting, maka negara wajib ikut serta dalam memberikan perlindungan. Kealpaan negara melakukan kegiatan konstruksi untuk mendirikan satu struktur bangunan di suatu pulau atau wilayah, akan berimplikasi kehilangan kedaulatan,” sebutnya.

Karena itu, lanjut Suraji, negara harus hadir di sektor ini untuk memberikan perlindungan perekonomian nasional, perlindungan keselamatan masyarakat atau publik, perlindungan lingkungan, perlindungan kebudayaan, dan bahkan perlindungan kedaulatan.

Lihat juga...