Akhir Tahun, Antisipasi Penumpukan Penumpang, ASDP Bakauheni Tambah Loket

Editor: Satmoko Budi Santoso

209

LAMPUNG – PT. Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Indonesia Ferry cabang Bakauheni, melakukan persiapan hadapi libur Natal dan tahun baru (Nataru).

General Manager PT. ASDP Indonesia Ferry cabang Bakauheni, Hasan Lessy, memastikan, pada angkutan Natal 2018 dan tahun baru 2019, fasilitas dermaga dan kapal telah disiapkan mengantisipasi lonjakan penumpang. Fasilitas yang akan disiapkan selain sebanyak enam dermaga juga penyiapan penambahan loket pejalan kaki maupun kendaraan.

Hasan Lessy memastikan, saat ini ada sebanyak 9 loket kendaraan tersedia mulai kendaraan roda dua hingga roda empat. Pada saat angkutan Nataru, jumlah loket tersedia tersebut akan ditambah sesuai dengan kebutuhan menghindari penumpukan saat pembelian tiket dengan sistem nontunai.

Loket kendaraan roda empat pribadi, bus dan truk dari semula 8 menjadi 10 unit serta loket kendaraan roda dua dari semula 1 unit menjadi 2 unit.

“Penambahan loket untuk kendaraan roda dua dan kendaraan roda empat sudah disiapkan di antaranya merupakan loket portable sehingga mudah dipindah. Khusus untuk loket pembelian tiket roda dua disediakan tenda khusus,” terang Hasan Lessy, saat dikonfirmasi Cendana News, Rabu (5/12/2018).

Hasan Lessy (kiri), General Manager PT ASDP Indonesia Ferry cabang Bakauheni – Foto Henk Widi

Selain penambahan loket khusus kendaraan roda dua dan roda empat, penambahan loket penjualan tiket pejalan kaki juga akan ditambah. Saat kondisi normal loket penjualan tiket pejalan kaki disebut Hasan Lessy berjumlah 5 unit, dan saat angkutan Nataru akan ditambah 5 unit sehingga total 10 unit loket.

Mengantisipasi antrian di loket pembelian tiket pejalan kaki, sistem pembelian tiket nontunai juga disediakan sejumlah konter isi ulang (top up) bekerjasama dengan Himpunan Bank Negara (Himbara).

Penyediaan konter di ruang pembelian tiket tersebut, diakuinya, hanya merupakan pilihan. Sebab ia menyebut, di sejumlah toko waralaba dan konter-konter yang bekerjasama dengan Himbara juga menyediakan kartu perdana uang elektronik sekaligus isi ulang.

Penerapan sistem tiket nontunai yang sudah diberlakukan pada pertengahan Agustus, mulai banyak digunakan masyarakat. Pengguna jasa yang kerap menyeberang menggunakan kapal laut rata rata  sudah menggunakan uang nontunai sehingga saat menyeberang akan dipotong saldo.

Terkait kesiapan dermaga, sesuai rencana, dermaga VII yang disiapkan sebagai dermaga premium  digunakan pada pekan depan.

Dermaga khusus tersebut dijadwalkan akan melayani penumpang dengan kendaraan pribadi dan pejalan kaki. Jalur khusus untuk kendaraan pribadi yang akan menggunakan fasilitas dermaga VII juga sudah disiapkan.  Shuttle bus akan dipakai mengangkut penumpang dari loket pembelian tiket pejalan kaki.

“Disediakan kapal khusus pada dermaga premium dengan waktu tempuh lebih cepat dibandingkan dermaga lainnya sekaligus fasilitas istirahat dan pusat bisnis,” beber Hasan Lessy.

Pada kondisi normal, operasional kapal roll on roll off (Roro), disebut Hasan Lessy, setiap dermaga sebanyak 25 kapal per hari. Namun saat angkutan Nataru, jumlah kapal yang dioperasikan akan mencapai 30 kapal per hari di setiap dermaga.

Operasional kapal saat angkutan Nataru disebut Hasan Lessy akan mulai menerapkan Peraturan Menteri Perhubungan RI NO 88/2014 Tentang Pengaturan Ukuran Kapal Angkutan Penyeberangan Pelabuhan Merak-Bakauheni.

Permenhub tersebut diakui Hasan Lessy akan membatasi ukuran kapal yang boleh beroperasi di lintas Merak-Bakauheni, hanya kapal berkapasitas 5000 Gross Ton (GT). Sesuai dengan jangka waktu penerapan aturan tersebut yang sudah dilakukan sejak tahun 2014 hingga penghujung 2018, akan dioperasikan sebanyak 68 kapal roro.

Kapal yang akan dioperasikan pada angkutan Nataru disebutnya berjumlah 30 kapal untuk melayani penyeberangan Bakauheni-Merak.

Lancarnya arus kendaraan dengan difungsikannya Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) pada angkutan Nataru,  sudah terlihat. Kantong parkir dermaga juga sudah disediakan.

Kantong parkir tersebut, diakui Hasan Lessy, dipergunakan untuk menampung kendaraan asal Sumatera sebelum naik ke kapal. Namun, lancarnya akses jalan dari Jalan Lintas Timur Sumatera, Jalan Lintas Tengah Sumatera dan JTTS, bisa mengakibatkan penumpukan di pintu masuk Pelabuhan Bakauheni sehingga ada area parkir yang juga disiapkan saat angkutan Nataru tiba.

Baca Juga
Lihat juga...