Akhir Tahun, Satgas Pangan DIY Awasi Distribusi Pangan

Ilustrasi - Telur Ayam -Dok: CDN

YOGYAKARTA – Menghadapi Hari Raya Natal dan Tahun Baru, Satuan Tugas (Satgas) Pangan Daerah Istimewa Yogyakarta, yang terdiri atas unsur Polda DIY bersama sejumlah instansi terkait, gencarkan pemantauan distribusi pangan di lima kabupaten dan kota.

“Mulai awal Desember kami sudah turun di kalangan distributor hingga pedagangan sampai tingkat bawah,” kata Kepala Seksi Pangan dan Penyaluran Bidang Perdagangan Dalam Negeri Disperindag DIY, Guntur Wahyu Anggoro, Sabtu (15/12/2018).

Satgas Pangan DIY telah dibentuk pada November lalu. Satgas terdiri dari Polda DIY, Disperindag DIY, Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan (BKPP) DIY, Badan Urusan Logistik (Bulog) Divre DIY, serta Dinas Pertanian DIY. Menurut Guntur, gangguan distribusi pangan baik hasil pertanian atau industri, perlu diwaspadai setiap menghadapi momentum hari besar keagamaan seperti Natal dan Tahun Baru.

Melonjaknya harga komoditas pangan, tidak jarang diakibatkan karena aksi penimbunan. Pengawasan bersama Satgas Pangan, lebih ditekankan untuk mencegah adanya penimbunan kebutuhan pokok, yang bisa mengakibatkan gejolak harga di pasar.

Namun demikian, berdasarkan pengecekan di sejumlah pasar tradisional, maupun distributor, secara umum kondisi persediaan seluruh kebutuhan pokok di DIY aman. “Kalau ada potensi penimbunan, langsung kita beri teguran, kalau masih tidak bisa, kami cabut izin usahanya,” tandasnya.

Meski secara umum harga komoditas masih stabil, terdapat sejumlah komoditas yang terus dipantau. Pemantauan dilakukan karena adanya tren harga maupun persediaan. Komoditas tersebut adalah, gula pasir, beras, serta telur ayam. Komoditas tersebut, biasanya mengalami lonjakan permintaan mendekati Natal dan Tahun Baru.

Untuk menjaga stabilitas harga pangan, Disperindag DIY bersama Badan Urusan Logistik (Bulog) DIY juga menggelar Operasi Pasar (OP) beras mulai November 2018. Untuk periode November, beras yang digelontorkan mencapai 26 ton dan pada Desember 2018 mencapai 21 ton. “Kami targetkan beras OP sudah habis sampai 20 Desember 2018,” pungkasnya. (Ant)

Lihat juga...