Akhir Tahun, Sejumlah Kabupaten di Sumsel Panen Durian

PALEMBANG  – Sejumlah daerah di wilayah Sumatera Selatan seperti Kabupaten Ogan Komering Ilir, Musi Banyuasin, Lahat, dan Musirawas pada penghujung tahun 2018 ini panen buah durian.

Buah durian dari sejumlah kabupaten tersebut sejak awal Desember ini hingga Minggu, tampak “membanjiri” Kota Palembang.

Buah durian tidak hanya banyak dijual di pasar tradisional tetapi juga di lapak pedagang kaki lima di sejumlah kawasan permukiman penduduk dan pinggir jalan protokol.

Sejumlah pasar tradisional seperti Pasar Cakna 7 Ulu, Pasar Kuto, Pasar Sekip,, Pasar 26 Ilir kawasan rumah susun, pinggir Jalan Demang Lebar Daun, Jalan Soekarno Hatta akses menuju Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II, jalan akses ke kawasan Perumnas Kenten Sako dan beberapa kawasan Kota Palembang lainnya, tampak tumpukan durian menggunung di kios dan lapak kaki lima.

Pedagang buah durian di kawasan tersebut menggelar dagangannya di pinggir jalan dengan membuka kios tempat berjualan sekaligus tempat makan durian, lapak kaki lima, dan ada juga yang memanfaatkan mobil bak terbuka.

Salah seorang pedagang durian, Diki mengatakan, durian yang dijualnya sekarang buah hasil kebun masyarakat lokal bukan seperti selama ini dari provinsi tetangga Bengkulu.

“Sekarang ini kebun buah durian milik masyarakat di beberapa kabupaten Sumsel banyak yang panen. Panen besar ini biasanya berlangsung lebih dari satu bulan,” ujarnya.

Dalam kondisi panen besar ini, buah durian dijual dengan harga relatif murah Rp10.000-30.000 per buah.

Sementara salah seorang pembeli, Lety mengatakan, membeli buah durian untuk menjamu saudara dan tamu yang datang dari Jakarta.

“Buah durian ini selain untuk dimakan langsung ada juga yang dijadikan bahan makanan olahan seperti kolak, serikaya, dan diawetkan untuk dijadikan sambal serta penyedap makan nasi yang biasa disebut tempoyak,” ujarnya. (Ant)

Lihat juga...