Akhir Tahun, Transaksi Emas di Ambon, Sepi

AMBON  – Kegiatan transaksi emas di pinggiran jalan pada emperan pertokoan Ambon Plaza maupun di depan Kantor Pegadaian Kota Ambon, Maluku, terlihat masih sepi.

“Pengunjung yang datang hanya melihat-lihat saja, memang ada juga yang menawarkan barangnya untuk diperbaiki, seperti solder barang yang sudah rusak, tetapi untuk menjual maupun membeli masih sepi,” kata Udin, pembeli emas di depan Toko Ciwangi, pertokoan Ambon Plaza, Maluku, Sabtu.

Ia menjelaskan, sejak beberapa hari ini belum mendapat rezeki, warga yang datang hanya melihat-lihat saja lalu pergi.

“Kami memahami situasi seperti ini, mungkin saja warga yang selama ini senang dengan barang-barang emas ini masih berlibur di kampung halaman. Selain merayakan Natal, mereka juga tinggal bersama keluarga untuk merayakan Tahun Baru,” ujarnya.

Ia berharap, awal 2019 bisa mendapat rezeki lagi, mengingat kebiasaan warga menjual lagi emas perhiasan untuk mendapatkan modal guna membangun usaha mereka di tahun baru.

“Pengalaman ini sudah dialami selama ini baik menghadapi hari raya Idul Fitri maupun Natal. Banyak warga yang berdandan saat hari raya, setelah itu mereka jual lagi untuk mendapatkan modal,” katanya.

Ditanya selama ini cara seperti apa yang dilakukan dalam bertransaksi, Udin katakan, bila membeli emas dari warga yang datang menjual, ia akan melihat dulu apakah sudah lama atau ada rusak, ataupun patah, barulah dilakukan penawaran.

Ia menjelaskan, kalau barang emas itu sudah lama dan perlu dicuci lagi sebelum dijual maka dipatok harga Rp450.000/gram, sedangkan yang rusak atau patah harganya Rp420.000 hingga Rp430.000/gram.

Djodi, tukang solder emas yang berdampingan dengan Udin mengakui hal itu. Hasil pembelian harus dicuci lagi seperti baru, kemudian dijual lagi dengan harga Rp550.000/gram.

Hasil pantauan di toko emas sekarang ini harga emas di Kota Ambon sekitar Rp610.000/gram. (Ant)

Lihat juga...