hut

Akibat Gempa di Lombok, Bandara LIA Merugi

Editor: Koko Triarko

General Manager Bandara Lombok Internasional Airport (LIA), l Gusti Ngurah Ardita/ Foto: Turmuzi

MATARAM – General Manager Bandara Lombok Internasional Airport (LIA), l Gusti Ngurah Ardita, mengatakan, selama bencana gempa bumi melanda Provinsi Nusa Tenggara Barat, sebanyak 1.900 lebih penerbangan di Bandara LIA tidak beroperasi, baik dari maupun menuju LIA.

“Mengingat akibat bencana gempa bumi lalu, banyak wisatawan sempat tidak berani melakukan kunjungan, termasuk wisatawan yang sedang liburan saat gempa terjadi, memilih pulang ke negara masing-masing”, kata Ardita, di Mataram, Jumat (21/12/2018).

Dari sisi jumlah penumpang, juga mengalami penurunan cukup drastis. Kalau biasanya terutama di awal 2018 sebelum bencana gempa bumi melanda, jumlah penumpang dalam sehari bisa mencapai 12.000 hingga 14.000 orang.

Namun pascagempa, jumlah penumpang di Bandara LIA dalam sehari hanya sekitar 7.000 penumpang, sehingga dari sisi target jumlah penumpang pada 2018 yang menargetkan 4 juta penumpang, tidak tercapai.

“Kalau rugi, jelas kita rugi, tapi mau bagaimana karena bencana gempa bumi merupakan fenomena alam yang tidak bisa diprediksi kapan akan terjadi,” katanya.

Namun Ardita mengaku belum melakukan perhitungan jumlah kerugian itu.

Selain bencana gempa bumi Lombok, bencana gempa bumi dan tsunami yang terjadi di Donggala,Palu, juga ikut mempengaruhi, termasuk bencana meletusnya Gunung Jari Baru Lombok, beberapa waktu lalu, sehingga total penerbangan tidak beroperasi mencapai 2.000 penerbangan.

Guna memulihkan kembali aktivitas dan meningkatkan kunjungan wisatawan pascagempa, Angkasa Pura l bersama Pemprov NTB gencar melakukan promosi, termasuk melakukan launching kalender iven pariwisata NTB 2019 di Jakarta.

“Peran media juga diharapkan bisa lebih maksimal membantu memulihkan kembali kondisi pariwisata NTB, melalui pemberitaan positif tentang pariwisata NTB pascagempa,” harapnya.

Kepala Dinas Pariwisata NTB, Lalu Mohammad Faozal, sebelumnya mengatakan, pascaproses pemulihan, Pemprov NTB optimis, kunjungan dan aktivitas pariwisata bisa berlangsung normal kembali.

Selain proses pemulihan secara fisik, berbagai iven wisata dan kebudayaan juga siap dilaksanakan, guna menarik minat kunjungan wisatawan datang ke NTB.

Lihat juga...
error: Terimakasih Sudah Berkunjung !!