Aksi Bersolek, Cara Balikpapan Atasi Sampah

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

BALIKPAPAN – Dinas Lingkungan Hidup Kota Balikpapan mengenalkan program Aksi Bersolek untuk mengatasi persoalan penumpukan sampah di tempat pembuangan sementara.

Aksi Bersolek
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Balikpapan Suryanto. Foto: Ferry Cahyanti

Program tersebut berupa penyuluhan terhadap Perda nomor 13 Tahun 2015 tentang Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga.

Dalam peraturan tersebut, masyarakat hanya diperbolehkan membuang sampah pada pukul 18.00 Wita hingga 06.00 Wita. Jika di luar ketentuan tersebut, warga akan dikenakan denda sampai dengan Rp5 juta.

Namun Perda tersebut dinilai masih belum optimal dalam memberikan efek jera kepada masyarakat. Dimana masih ditemukan warga yang membuang sampah di luar jam yang sudah ditentukan.

“Akibatnya, ditemukan sampah berserakan hingga siang hari di beberapa lokasi,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Suryanto.

Meningkatkan kesadaran masyarakat, pihaknya meluncurkan Aksi Bersolek atau Angkutan Sampah Mini Bersosialisasi Sambil Bekerja. Program tersebut memanfaatkan sepeda motor sampah roda tiga yang dilengkapi dengan  hiburan dan imbauan.

Aksi tersebut untuk mendukung program DLH yang sebelumnya sudah diluncurkan, seperti Selasa dan Jumat bersih TPS hingga perbaikan sarana dan prasarana (sapras).

Suryanto mengatakan ada dua manfaat yang dapat diperoleh dengan Aksi Bersolek, yaitu sosialisasi perda tentang pengelolaan sampah, yang kedua mengangkut sampah lebih efisien.

“Petugas dapat menjangkau lokasi yang lebih luas. Masuk ke gang sempit, sampai di pantai, yang selama ini tidak terjangkau oleh truk,” imbuh Suryanto, Rabu (19/12/2018).

Hingga akhir tahun ini, jumlah kendaraan sampah roda tiga yang dimiliki Balikpapan baru tujuh unit. Mereka tersebar di Kecamatan Balikpapan Timur dan Selatan. Untuk memperbanyak kendaraan tersebut, DLH telah mengajukan anggaran pada tahun depan.

“Kami juga mengusulkan halte pengambilan sampah di permukiman warga. Sehingga tahun depan selain motor angkutan sampah bertambah, juga halte pengambilannya,” terang Suryanto.

Keberhasilan Balikpapan dalam mengelola kebersihan telah mendapat pengakuan dari berbagai pihak. Selain raihan Piala Adipura dan Adipura Kencana hingga berulang kali, kota ini juga pernah dinobatkan sebagai Kota Terbersih se Asia Tenggara dalam ajang ASEAN Environmentally Suistainable Cities (ESC) Award 2014. Balikpapan menyabet semua kategori yakni clean land, clean water dan clean air.

Lihat juga...