hut

Ali Shahab, Sutradara “Rumah Masa Depan” Berpulang

Editor: Mahadeva

JAKARTA – Dunia hiburan Indonesia kembali berduka. Sutradara hebat, sutradara pejuang dan sutradara perintis H. Ali Shahab, meninggal dunia pada 25 Desember 2018.

Sutradara yang dikenal dengan serial Rumah Masa Depan, yang ditayangkan TVRI pada era Orde Baru tersebut, Rabu (26/12/2018), dimakamkan di Taman Pemakaman Umum (TPU) Pejaten Timur, Jakarta Selatan. Sebelumnya, jenazah disemayamkan di rumah duka jalan Kembang V Kwitang Jakarta Pusat. Setelah Salat Zuhur, jenazah diberangkatkan ke pemakaman. Proses pemakaman berlangsung sederhana dan penuh keharuan.

Sebagian besar pelayat, datang mengenakan pakaian muslim berwarna putih. Beberapa orang di antaranya tampak tak kuasa meneteskan air mata. Pemakaman Ali Shahab dihadiri oleh keluarga dekat, sanak saudara, juga beberapa kalangan artis, seperti di antaranya, Deddy Mizwar (aktor senior dan mantan Wagub Jabar), Ati Cancer (aktris senior yang terkenal dengan film ‘Emak Ingin Naik Haji’, Diding Boneng (aktor senior), dan Ali Zainal (aktor muda).  “Kita kehilangan Bang Ali Sahah, orang hebat, yang mewarnai sejarah perfilman Indonesia, “ kata Deddy Mizwar kepada Cendana News seusai pemahaman Ali Shahab.

eddy Miswar melayat ke pemakaman Ali Shahab (Foto Akhmad Sekhu)

Deddy membeberkan, Ali Shahab, juga berkiprah dalam dunia pertelevisian. “Kita bisa lihat serial Rumah Masa Depan, yang menjadi cikal bakal industri sinetron Indonesia, yang ceritanya dulu masih membumi, dan mendapat sambutan yang baik dari masyarakat luas,” ungkapnya.

Semasa hidup, almarhum Ali Shahab, dikenal sebagai sutradara, wartawan dan sastrawan. Dia menulis beberapa novel remaja bernuansa Islami. Karyanya yang terkenal adalah serial Rumah Masa Depan yang ditayangkan di TVRI di 1980-an. Setelah  itu, Nyai Dasimah, Putri Malam dan Zalsa (2000).

Lelaki kelahiran Jakarta, 22 September 1941 tersebut, juga banyak menghasilkan film-film fenomenal. Diantaranya, Bernapas Dalam Kubur, yang dibintangi Suzzanna. Tak heran, jika di 2018, film tersebut dibuat re-makenya, dengan bintang Luna Maya. Film remake tersebut meraih box office laris-manis menghasilkan lebih dari tiga juta penonton. Sebuah angka yang fantastis untuk film re-make.

Tak sekadar berkarya, adik dari budayawan Betawi, Alwi Shahab itu, juga merintis pembentukan organisasi rumah produksi yang dikenal dengan ARPI (Asosiasi Rumah Produksi Indonesia). Totalilas dan kecintaan Ali Shahab terhadap Budaya Betawi sangat kental, hal itu terlihat dalam karya Nyai Dasima, yang menghantarkan Cut Keke menjadi Pemeran Wanita Terbaik dan Charlie Sahetapy sebagai Pemeran Pembantu Pria Terbaik, dalam Festival Sinetron Infonesia (FSI) 1995.

Lihat juga...