Alih Status Tanah Warga Terdampak Bandara NYIA, Belum Selesai

KULON PROGO — Pemerintah Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, hingga pertengahan Desember, belum menyelesaikan alih status tanah kas desa menjadi Sertifikat Hak Milik (SHM) warga terdampak pembangunan Bandar Udara Baru, New Yogyakarta International Airpor Internasional (NYIA) Yogyakarta.

“Saat ini, progres pengurusan dokumen yang belum berubah status, sudah mencapai sekitar 95 persen,” kata Kepala Dinas Pertanahan dan Tata Ruang (DPTR) Kulon Progo, Heriyanto di Kulon Progo, Minggu (16/12/2018).

Ia mengatakan sampai saat ini, DPTR baru menerbitkan empat SHM di Desa Jangkaran yang sudah dibagikan kepada warga terdampak pembangunan bandara.

Warga yang belum mendapat SHM kata dia, karena mereka lamban dalam mengurus persyaratan, besar kemungkinan akan ditinggal atau dibiarkan mengurusnya sendiri.

Diketahui, saat ini masih ada sejumlah warga yang belum menyelesaikan pembayaran Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB). “Kemungkinan tidak dibantu lagi secara kolektif oleh Pemkab Kulon Progo,” katanya.

Lihat juga...