Alumni Fakultas Teknik UI Bangun Sekolah Cepat Tanggap di Lombok

Editor: Koko Triarko

LOMBOK – Sebagai wujud kepedulian membantu proses pemulihan kembali Pulau Lombok, pascabencana gempa bumi beberapa waktu lalu, Ikatan Alumni Fakultas Teknik Universitas Indonesia (ILUNI FTUI) bersama Fakultas Teknik UI, membangun Sekolah Indonesia Cepat Tanggap, bagi masyarakat dengan konsep modern.

Ketua Perancang Sekolah Indonesia, Departemen arsitektur FTUI, Prof. Yandi Andri Yatmo, mengatakan, sekolah Indonesia dirancang dengan berbasis modular dan komponen yang dapat dikonstruksi secara mudah dan cepat.

Ketua Perancang Sekolah Indonesia, Departemen arsitektur FTUI, Prof. Yandi Andri Yatmo (kanan)/ Foto: Turmuzi

Sekolah Indonesia juga terdiri dari unit-unit yang bisa disusun secara plug and play, dan fleksibel untuk menyesuaikan dengan kebutuhan dan konteks di setiap lokasi, sehingga rancangan Sekolah Indonesia diharapkan dapat bersifat cepat tanggap terhadap berbagai kondisi yang dibutuhkan.

“Sekolah Indonesia murni dibangun dari kantong ILUNI FTUI dan donasi dari persatuan istri karyawan PT. PLN seluruh Indonesia, untuk membantu korban gempa di Lombok, tanpa ada sponsor,” kata Yandi, di Lombok Barat, Selasa (11/12/2018).

Ia mengatakan, sekolah TK/RA yang dibangun terdiri dari dua unit ruang kelas, dilengkapi sejumlah fasilitas pendukung belajar serta unit ruang transisi, untuk tempat bermain dan berinteraksi siswa.

Selain TK/RA, ILUNI FTUI juga membangun sekolah Madrasah Ibtidaiyah yang merupakan donasi dari BFI Finance, sebagai donatur utama yang dibangun untuk menampung sekitar 100 orang siswa yang sekolahnya rusak akibat bencana gempa.

Prof. Paramita Atmodiwirjo, perancang lain, mengatakan, Sekolah Indonesia berupaya mewujudkan kesempatan belajar yang baik bagi anak Indonesia, sehingga inisiatif tersebut tidaklah semata sekadar membangun fisik sekolah, tapi berupaya membangun ekosistem belajar yang menyenangkan.

Rancangan Sekolah Indonesia sangat berbeda dari susunan tipikal sekolah umumnya, berupa deretan ruang kelas monoton, tapi Sekolah Indonesia memiliki unit ruang kelas yang terintegrasi dengan unit ruang terbuka dan lanskap yang ditata secara seksama.

“Hal tersebut ditujukan untuk mewadahi kegiatan belajar yang bervariasi di dalam maupun di luar ruangan,” terang Paramita.

Ketua Yayasan Riyadlul Wadiyah, Desa Kerandangan, Kabupaten Lombok Barat, Ust. Suhaili, mengaku senang dan mengucapkan terima kasih kepada ILUNI FTUI dan donatur yang telah membangunkan kembali sekolah RA/TK di tempatnya, sehingga anak-anak korban gempa bisa bersekolah kembali.

Lihat juga...