Anak Korban Gempa Watubula Butuh Bantuan Peralatan Sekolah

Ilustrasi - Pengungsi - Dok: CDN

SIGI — Anak-anak korban bencana gempa bumi di Desa Watubulu,Kecamatan Dolo, Kabupaten Sigi, Provinsi Sulawesi Tengah hingga kini masih sangat membutuhkan bantuan pakaian dan alat tulis-menulis.

Gherad Oktavian, seorang relawan kemanusiaan mengatakan, kondisi anak-anak di desa itu cukup memprihatinkan karena masih tinggal di tenda-tenda darurat yang kebanyakan hanya terpal biasa.

Sekolah yang ada di desa itu juga mengalami kerusakan akibat guncangan gempa berkekuatan 7,4 SR yang terjadi pada 28 Sepetember 2018. Banyak anak-anak yang kekurangan pakaian dan juga alat sekolah lainnya sehingga membutuhkan perhatian semua pihak.

“Kami baru saja memberikan bantuan bahan makanan kepada para pengungsi. Tapi yang sangat dibutuhkan adalah bantuan pakaian dan peralatan sekolah untuk anak-anak,” kata dia di Palu, Kamis (13/12/2018).

Di desa itu, katanya, banyak rumah yang rusak akibat gempa bumi.

Hal senada juga disampaikan Agus SP, warga setempat yang membenarkan anak-anak di desanya butuh bantuan dimaksud. Ia juga berharap ada relawan kemanusiaan yang menyalurkan bantuan tersebut guna meringankan beban masyarakat setelah ekonomi mereka terpuruk karena adanya bencanaalam.

Kabupaten Sigi, termasuk salah satu daerah di Sulteng yang cukup parah diterjang bencana alam gempa dan likuifaksi.

Pemkab Sigi mencatat ada sebanyak 104 unit sekolah tersebar di 13 dari 15 kecamatan yang ada di kabupaten itu terdampak bencana alam.

Termasuk di antara Kecamatan Dolo, Dolo Selatan, Dolo Barat, Marawola, Sigibiromaru, Palolo, Nokilalaki, Tanambulava, Gumbasa, Kulawi, Kulawi Selatan, Lindu dan Pipikoro.

Hingga kini, kata Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekronstruksi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sigi, Gayus Sampe banyak warga yang mengungsi ke berbagai tempat belum mau kembali ke rumah mereka.

Khususnya, mereka yang memang kehilangan rumah dan mata pencaharian seperti yang ada di Desa Jono Oge, Kecamatan Sigibiromaru lebih memilih sementara bertahan di lokasi pengungsian sambil menunggu pembangunan hunian tetap. [Ant]

Lihat juga...