Pengangguran di Indonesia Capai Tujuh Juta Jiwa

Editor: Satmoko Budi Santoso

139

BEKASI – Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemenakertrans) RI, mencatat, angka pengangguran di Indonesia mencapai 7 juta jiwa di tahun 2018. Jumlah tersebut terjadi pengurangan setiap tahun.

“Dari tahun ke tahun data pengangguran di Indonesia terus menurun,” kata Maruli A. Hasoloan, Dirjend Kemenakertrans RI, usai menghadiri acara Giat Pemagangan Nasional, di Kota Bekasi, Rabu (5/11 2018).

Angka 7 juta itu, lanjutnya, akibat kompetensi tenaga kerja yang ada belum sesuai dengan pasaran kerja. Kebanyakan adalah lulusan SMK sederajat. Untuk itu Kemenakertrans terus melakukan program tertentu dalam meningkatkan kompetensi pencari kerja.

Kemenakertrans terus melakukan pembinaan dengan memfungsikan Balai Latihan Kerja (BLK), training centre dan program lainnya, melibatkan perusahaan secara langsung. Angka kerja itu mulai dari umur 15 sampai 64 tahun.

Suasana acara pemagangan mandiri, kegiatan yang diinisiasi secara langsung oleh perusahaan untuk meningkatkan daya saing tenaga kerja Indonesia. Foto: Muhammad Amin

Maruli Hasoloan, membuka program pemagangan mandiri 2018 di Kota Bekasi. Program tersebut diikuti 500 orang tenaga kerja dari berbagai perusahaan. Sesuai jadwal, program peningkatan kompetensi tenaga kerja melalui program pemagangan, awalnya akan dibuka Menteri Hanif Dakhiri, tetapi tidak bisa hadir.

Maruli mengatakan, program pemagangan mandiri 2018, diinisiasi oleh perusahaan secara langsung untuk melatih pekerja di perusahaan masing-masing di BLK Kota Bekasi. Program  ini juga dalam rangka mendukung daya saing Indonesia.

Pengangguran Kota Bekasi 9 Persen

Sementara, Wakil Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, mengakui, persentase angka pengangguran di Kota Bekasi lebih tinggi dari nasional yakni mencapai 9 persen. Tri beralasan, jumlah penduduk di Kota Bekasi mencapai 2,7 juta jiwa dan berasal dari berbagai daerah di Indonesia.

“9 persen pengangguran di Kota Bekasi dan lebih tinggi dari nasional karena banyak pendatang di sini,” ungkap Tri, usai menghadiri acara program pemagangan nasional.

Menurutnya, Kota Bekasi ke depan akan membuka 150 ribu lapangan pekerjaan. Tetapi, dia menekankan bagi pekerja yang sudah mengikuti magang dapat berjiwa entrepreneur, sehingga ke depan bisa membuka lapangan pekerjaan sendiri.

Tri juga mengakui, Pemkot Bekasi sudah melaksanakan berbagai program dengan dinas terkait seperti pelatihan kepada usia kerja untuk mengikuti latihan berjualan dan keahlian lainnya menggunakan teknologi seperti gadget.

“Pelatihan kita berikan secara gratis, kepada siapa saja yang mau hadir. Sehingga bisa memiliki keahlian khusus, dan bisa mencari kerja tidak hanya di Kota Bekasi. Tapi bisa sampai luar negeri,” pungkasnya.

Baca Juga
Lihat juga...