Anies Jadikan Kritik sebagai Motivasi Bekerja

Editor: Satmoko Budi Santoso

179

JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, menuturkan, sudah kebal menghadapi komentar-komentar negatif di media sosial. Dia pun mengatakan, tidak menganggap komentar pedas itu menyerangnya maupun Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI. Justru menjadi motivasi, koreksi dan penyemangat dalam bekerja.

Menurut Anies, berbagai komentar negatif tersebut telah dia dapatkan sejak masih berkampanye sebagai calon gubernur di Pilkada DKI 2017, lalu.

Take it easy dan saya sudah mengalami kampanye di Jakarta. Jadi anggap saja sedang dilempari tusuk gigi, namun beda saat sewaktu kampanye,” kata Anies di diskusi panel Festival Media Digital Pemerintah 2018 di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Rabu (5/12/2018).

Dia menilai, kritik yang disampaikan oleh masyarakat kepada pemerintah bukan hal baru. Dia juga berpendapat, seharusnya pejabat memang tak anti terhadap kritik, termasuk lewat media sosial.

“Itu ramai dibicarakan orang, dikritik, dipuji, tapi di mana? Di warung kopi, tidak ada alat yang menyambungkan dengan telinga gubernur. Komentar itu bukan barang baru, yang baru sekarang telinga kita tambah,” ucapnya.

Dalam mengatasi, Anies mengimbau kepada jajarannya untuk tetap fokus pada perencanaan dan tidak terpengaruh dengan kritikan di media sosial.

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini menilai, kritikan di media sosial tak perlu direspons secara berlebihan, sehingga hanya ditanggapi sewajarnya saja.

“Menurut Anies, kritik terhadap pemerintahan bukan hal aneh. Dia mencontohkan, kritik terhadap Gubernur Ali Sadikin ketika dulu menggusur makam untuk pelebaran jalan di tahun 1967.

Orang nomor satu di Jakarta itu justru menganggap, media sosial bisa menjadi sarana untuk sosialisasi program Pemprov DKI. Dia mengakui, sudah memanfaatkan teknologi dengan membuat lebih dari seratus lebih akun resmi sebagai sarana informasi dan mendekatkan diri dengan warga.

“Kita punya lebih dari 100 akun, ada 74 akun lainnya juga. Itu dibuat supaya informasi satu dan lain bisa terjalin dengan baik. Misalnya kita buat juga WA Grup untuk mewadahi seluruh SKPD di dalamnya. Hal itu dilakukan supaya kita menyampaikan informasi dengan benar, merespon masalah dengan cepat juga,” ungkapnya.

Semenjak dirinya mencalonkan sebagai Gubernur DKI Jakarta beberapa waktu silam,  dia kadang diserang melalui media sosial secara bertubi-tubi. Tak hanya itu, program-programnya pun juga dikritik oleh warga net seperti DP Rp 0 dan peraturan lainnya. Namun dia tetap menanggapi kritikan itu dengan bijaksana.

Baca Juga
Lihat juga...