Anies: Kebutuhan Pangan Akhir Tahun, Aman

Editor: Satmoko Budi Santoso

148

JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, mengatakan, jelang perayaan Natal 2018 dan Tahun Baru 2019 Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terus mengontrol harga kebutuhan pokok seperti beras, telur dan daging.

Pasalnya dia menginginkan stok pangan di Ibu Kota menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru mencukupi kebutuhan warga Jakarta.

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini menyebutkan, tiga Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yakni PD Pasar Jaya, Tjipinang Food Station dan PD Dharma Jaya yang menangani pangan di Jakarta siap berhubungan langsung dengan masyarakat terkait suplai pangan di Ibu Kota.

“Sejauh ini sih terkontrol aman,” kata Anies, saat ditemui di kawasan Jakarta Pusat, Kamis (6/12/2018).

Menurut Anies, Dharma Jaya sebagai BUMD yang mengetahui stok kebutuhan pangan, saat ini harus lebih gencar dalam mengontrol harga bahan kebutuhan pokok.

“Kita ingin ini bisa lebih besar lagi sehingga pemerintah punya kemampuan untuk mengontrol harga lebih baik, mengendalikan harga lebih baik agar inflasi kita terjaga,” jelasnya.

“Problemnya adalah supply, kalau supply tersendat maka inflasi akan naik. Supply tersendat karena apa, satu karena demand meningkat supply tidak ada. Atau demand stabil tapi supply terganggu,” tambahnya.

Hal ini bisa dicontohkan saat kenaikan harga daging yang terjadi belum lama.

“Kalau supply daging sapi besar, maka harga kita bisa turun. Hari ini pasokannya sedikit, maka harganya juga lebih tinggi,” tutup Anies.

Selain itu, Anies menuturkan, tingkat konsumsi daging sapi di Jakarta masih rendah. Setiap harinya, jumlah kebutuhan daging sapi di Jakarta baru 165 ton.

“Kebutuhan daging sapi 165 ton. Tingkat konsumsi kita masih rendah,” ujarnya.

Anies menyampaikan, tingkat konsumsi daging sapi di Jakarta harus ditingkatkan. Dia berharap, tingkat konsumsi daging sapi bisa meningkat hingga tiga kali lipat.

“Ini catatan daging sapi bahwa angka ini angka yang sesungguhnya harus ditingkatkan. Ini harus bisa naik 2-3 kali lipat,” kata dia.

Selain itu, Anies menyebut, kebutuhan daging ayam mencapai Rp1.000 ton per hari, sementara kebutuhan daging babi 500 ton per hari.

Kemudian, per harinya, kebutuhan beras antara 2.500-3.000 ton, gula pasir 550 ton, sayur mayur 1.177 ton, cabai dan bawang merah masing-masing 20 ton, bawang putih 90 ton.

“Beras 2.500-3.000 ton, pemasoknya yaitu Sulsel, Lampung, dan Sumatera Selatan,” ucap Anies.

Sementara kebutuhan telur ayam mencapai 260 ton per hari, minyak goreng 380 ton, dan tepung terigu 834 ton per hari.

Baca Juga
Lihat juga...