Antisipasi Kekerasan, Dewan Adat Papua Bentuk Pokja Perempuan

BIAK  – Dewan Adat Papua (DAP) membentuk kelompok kerja khusus (Pokja) untuk penanganan masalah perempuan dan anak dalam upaya memproteksi kaum hawa dari berbagai ancaman kasus kekerasan dalam lingkungan rumah tangga.

“Pokja perempuan sudah dibentuk di setiap kabupaten/kota sesuai dengan tujuh wilayah adat Papua dan Papua Barat,”ungkap Ketua Dewan Adat Papua, Mananwir Beba Yan Pieter Yerangga di Biak, Minggu.

Ia mengakui, pembentukan pokja perempuan dan anak di setiap kabupaten/kota sangat prioritas mengingat wadah ini akan menjadi mitra pemerintah, lembaga agama, adat serta pemangku kepentingan lain untuk bersinergi memberdayakan program perempuan dan anak.

Pieter Yerangga menyebut, persoalan penanganan masalah perempuan dan anak di tanah Papua sudah menjadi perhatian serius DAP.

Dari identifikasi masalah perempuan dan anak di Papua, menurut Pieter Yerangga, di antaranya perempuan menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga, masalah derajat kesehatan, pendidikan, sosial budaya, ekonomi, lapangan pekerjaan hingga keterlibatan dalam pembangunan.

Lihat juga...