Antisipasi Teror, Polres Madiun Prioritaskan Pengamanan 10 Gereja

MADIUN  – Kepolisian Resor (Polres) Madiun Kota, Jawa Timur, memprioritaskan pengamanan terhadap 10 gereja yang ada di wilayah hukum setempat. Guna mengantisipasi tindakan teror dan gangguan kamtibmas selama perayaan Natal melalui Operasi Lilin Semeru 2018.

Kapolres Madiun Kota, AKBP Nasrun Pasaribu, Minggu, mengatakan, sesuai data terdapat 58 gereja dan empat rumah ibadah yang ada di Kota Madiun.

“Dari jumlah tersebut, ada 10 gereja yang menjadi prioritas pengamanan karena memiliki jumlah jemaat yang banyak. Yakni di atas 1.000 orang,” ujar AKBP Nasrun kepada wartawan.

Ke-10 gereja tersebut di antaranya adalah Gereja Katolik Santo Cornelius, Gereja Katolik Mater Dei, GPIB Jemaat Gamaliel, Gereja Kristen Jawi Wetan, dan lainnya.

Menurutnya, pengamanan akan dilakukan 1×24 jam dengan melibatkan anggota Polri, TNI, Banser, dan sentra komunikasi (senkom) untuk mendukung pengamanan selama kegiatan ibadah Natal.

Bahkan sterilisasi gereja pun telah dilakukan, guna memastikan keamanan selama Natal. Sterilisasi dan penyisiran gereja dilakukan dengan melibatkan anggota dari Brimob setempat.

“Meski demikian, pengamanan gereja-gereja lainnya tetap tidak akan dikesampingkan. Kami juga mengimbau masyarakat tetap waspada,” kata dia.

Selain gereja, pihaknya juga mengamankan sejumlah lokasi vital yang menjadi tempat berkumpulnya warga selama momentum perayaan Natal 2018 dan Tahun Baru 2019. Di antaranya Stasiun Madiun, Terminal Madiun, Pasar Besar, dan juga sejumlah pusat perbelanjaan di kota setempat.

Nasrun menambahkan, selama Operasi Lilin Semeru 2018, pihaknya menyiagakan sebanyak 1.112 personel gabungan untuk mengamankan momentum perayaan Natal 2018 dan Tahun baru 2019.

Seribuan personel tersebut merupakan gabungan dari anggota Polri, TNI, Satpol PP, petugas pemadam kebakaran, BPBD, Linmas, dan petugas medis.

Operasi lilin tersebut guna mengatisipasi tindak kejahatan jalanan, radikalisme, tindak kejahatan di rumah kosong yang ditinggalkan penghuninya saat liburan Natal, dan kecelakaan lalu lintas.

Adapun, Operasi Lilin Semeru 2018 akan berlangsung selama 12 hari, mulai tanggal 21 Desember 2018 hingga 1 Januari 2019. (Ant)

Lihat juga...