Antrean Pembelian BBM di Balikpapan, Mengular

Editor: Satmoko Budi Santoso

BALIKPAPAN – Meski Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Kilometer 9 Balikpapan Utara telah dibuka, antrean pembelian bahan bakar kendaraan masih saja terjadi di beberapa lokasi.

Dengan masih terjadinya antrean di beberapa lokasi SPBU tersebut, Wali Kota Balikpapan, Rizal Effendi, mengatakan, segera melakukan pengecekan dengan pihak Pertamina untuk mengetahui alasan atau pun penyebab antrean.

“Masalah ini secara umum bisa jadi persoalan. Karena memang selama ini yang dicari BBM bersubsidi dengan kuota terbatas. Yang menggunakan BBM bersubsidi ini sulit dikendalikan,” katanya, Kamis (13/12/2018).

Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi – Foto: Ferry Cahyanti

Menurut Rizal, kendaraan mewah atau pun kendaraan pengangkut batu bara maupun kendaraan roda 6 ke atas, tidak boleh menggunakan BBM bersubsidi. Namun nyatanya masih saja pengguna BBM tidak patuh. “Kita lihat di lapangan sulit mencegah,” sebutnya.

Tidak hanya itu, kendaraan juga dimodifikasi tangkinya dengan menaikkan kapasitas menjadi dua kali lipat. Dia menilai, tentu hal ini jadi masalah baru karena di satu sisi mereka diuntungkan untuk memiliki persediaan, namun di sisi lain melebihi kapasitas.

“Ini yang jadi soal juga, soal kendaraan yang tangkinya dimodifikasi. Tapi apa yang terjadi sebenarnya saya belum tahu pasti, akan dicek dulu,” tandasnya.

Rizal menambahkan, Pertamina juga tidak dapat menambah atau mengurangi kuota karena berisiko. Apabila menambah kuota dan pemerintah tidak membayar, maka mereka akan rugi.

“Belum tahu penyebab antrean ini, apa karena kendaraan bertambah atau BBM yang kurang,” ujar Rizal.

Rizal menambahkan, pemerintah juga sebenarnya ingin mengurangi subsidi BBM. Termasuk seperti LPG 3 kilogram, solar, dan premium.

“Maka masyarakat diminta beralih pada pertalite dan pertamax. Sejauh ini alasannya itu,” tutupnya.

Lihat juga...