Armada Bus Terbatas, Penumpang Terlantar di Terminal Pelabuhan Bakauheni

Editor: Satmoko Budi Santoso

LAMPUNG – Ratusan penumpang pejalan kaki terlantar di terminal antarmoda pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan.

Penumpang asal pulau Jawa menggunakan moda transportasi kapal roll on roll off (Roro) yang turun di pelabuhan Bakauheni dibuat kecewa karena saat turun dari kapal armada bus sempat tidak tersedia.

Tidak tersedianya armada bus tersebut, diakui Santi, salah satu warga asal Bandung yang akan pulang ke Lampung Tengah. Ia mengaku, harus menunggu selama tiga jam untuk mendapat bus yang akan mengangkut penumpang ke terminal Rajabasa Bandarlampung.

Santi menyebut, ia sudah berangkat dari pelabuhan Merak menuju pelabuhan Bakauheni sejak dini hari. Sesampainya di pelabuhan Bakauheni pada Subuh ia bersama ratusan calon penumpang terpaksa harus menunggu.

Sejumlah bus yang disiagakan di dermaga antarmoda pelabuhan Bakauheni diakuinya sudah mengangkut penumpang ke terminal Rajabasa. Ia mengaku, harus menunggu selama hampir dua jam lebih hingga bus pertama dari Rajabasa tiba.

“Sempat harus menunggu selama dua jam karena bus habis mengangkut penumpang dan harus berebutan karena jumlah bus terbatas,” terang Santi, salah satu penumpang yang akhirnya mendapatkan bus Puspa Jaya di terminal antarmoda pelabuhan Bakauheni, Sabtu (22/12/2018).

Santi menyebut, kondisi tersebut nyaris selalu terjadi saat angkutan liburan seperti bulan Juli silam liburan lebaran Idul Fitri. Ia juga menyesalkan tidak adanya kesiapan dari instansi terkait mengantisipasi terjadinya kekurangan armada bus sehingga penumpang terlantar.

Sejumlah bus cadangan yang biasanya tersedia di terminal antarmoda bahkan tidak terlihat di terminal untuk mengangkut membludaknya penumpang yang turun dari kapal.

Selain bus yang sempat tidak tersedia di terminal antarmoda pelabuhan Bakauheni, puluhan travel habis mengangkut penumpang ke berbagai tujuan. Arus penumpang pejalan kaki dari pelabuhan Merak ke pelabuhan Bakauheni saat libur Natal 2018 dan Tahun Baru 2019 yang mulai membludak tidak diantisipasi oleh pengelola terminal.

Imbasnya ratusan penumpang dipastikan terlambat tiba ke tempat tujuan akibat hambatan ketersediaan angkutan umum.

Santi juga menyebut, dalam kondisi normal, ia bisa tiba di rumahnya di Lampung Tengah saat pagi hari. Namun arus liburan yang membludak, membuat ia harus menempuh perjalanan lebih lama.

Saat di pelabuhan Merak ia juga menyebut harus menunggu hingga dua jam menuju kapal dengan sistem pembelian tiket secara elektronik. Sejumlah penumpang yang belum memiliki uang elektronik harus membeli kartu baru berikut saldo. Selanjutnya mengantre di loket pembelian tiket hingga ke gangway kapal.

“Saat membeli tiket kapal saya butuh waktu lama hingga naik kapal. Setelah tiba di terminal Bakauheni tidak ada bus dan travel untuk membawa kami ke tempat tujuan di Lampung,” ungkapnya kesal.

Salah satu petugas keamanan di terminal antarmoda pelabuhan Bakauheni yang enggan disebut namanya mengaku, sejak pagi penumpang sudah membludak. Penumpang pejalan kaki yang turun dari kapal di dermaga 1, 2, 3 dan dermaga 7 eksekutif, umumnya melakukan perjalanan sejak malam hingga dini hari.

Sejumlah penumpang pejalan kaki yang menginap di ruang tunggu pelabuhan Bakauheni dan melanjutkan perjalanan pagi hari, membuat kendaraan habis mengangkut penumpang.

“Penumpang pejalan kaki ada yang akan melakukan perjalanan menggunakan moda transportasi bus dan travel. Jadi kendaraan lekas habis,” beber petugas keamanan tersebut.

Dikonfirmasi terpisah, Ivan Rizal, Ketua Dewan Pimpinan Cabang Organisasi Pengusaha Angkutan Darat (Organda) Cabang Bakauheni mengaku, bus cukup tersedia. Ada sebanyak 35 bus tersedia sejak malam hingga pagi hari di terminal antarmoda pelabuhan Bakauheni.

Ivan Rizal, Ketua DPC Khusus Organda Bakauheni – Foto Henk Widi

Secara keseluruhan ia bahkan menyebut, ada sekitar 90 armada bus dari sebanyak 22 perusahaan otobus (PO) dan puluhan travel.

Membludaknya penumpang tersebut diakuinya membuat penumpang kehabisan armada angkutan saat pagi hingga siang.

“Hari ini memang ada penumpang membludak karena adanya bus yang sedang dalam perjalanan ke terminal antarmoda pelabuhan Balkauheni,” terang Ivan Rizal.

Salah satu kendala diakuinya pada saat bersamaan dilakukan ramchek terhadap sejumlah kendaraan terkait uji laik jalan. Uji laik jalan yang dilakukan di terminal Rajabasa menjadi salah satu faktor keterlambatan sejumlah armada bus menuju ke terminal antarmoda pelabuhan Bakauheni.

Koordinasi dengan sejumlah pihak disebutnya terus dilakukan agar kejadian membludaknya penumpang akibat keterbatasan kendaraan tidak tersedia teratasi.

Lihat juga...