Arus Angkutan Nataru Didominasi Penumpang dari Merak

Editor: Satmoko Budi Santoso

260

LAMPUNG – Arus angkutan Libur Natal dan Tahun Baru 2019 (Nataru) menggunakan kapal roll on roll off (Roro) terus mengalir melalui pelabuhan Bakauheni, Lampung.

Arus angkutan Nataru tercatat didominasi penumpang naik dari Merak dan turun di Bakauheni. Berdasarkan rekapitulasi data posko angkutan Nataru PT. Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Indonesia Ferry Cabang Bakauheni, tercatat sudah sebanyak 389.211 penumpang. Sebaliknya dari Pulau Sumatera naik dari Bakauheni ke Merak sebanyak 328.211 penumpang.

Kepala posko angkutan Nataru sekaligus Manajer Operasional PT. ASDP Indonesia Ferry cabang Bakauheni, Sugeng Purwono, memastikan penumpang didominasi dari Pulau Jawa. Selain penumpang dominasi kendaraan roda dua menyeberang dari Jawa tercatat sebanyak 16.512 unit, sebaliknya dari Sumatera ke Jawa sebanyak 8.740 unit.

Penumpang pejalan kaki turun dari kapal – Foto Henk Widi

Kendaraan jenis roda empat dari Jawa puncaknya mengalami peningkatan pada Sabtu (22/12) dengan jumlah 7.664 unit dan total kendaraan roda empat turun di Bakauheni sebanyak 41.445 unit, naik dari Bakauheni sebanyak 35.138 unit.

“Arus angkutan Nataru dari pelabuhan Merak ke pelabuhan Bakauheni dan sebaliknya tidak terpengaruh kondisi cuaca tetap berjalan dengan normal,” terang Sugeng Purwono saat dikonfirmasi Cendana News, Minggu (30/12/2018).

Selain itu sesuai data posko, Sugeng Purwono menyebut, jumlah truk menyeberang dari Merak ke Bakauheni sebanyak 21.161 unit. Jumlah kendaraan truk dari Bakauheni sebanyak 20.174 unit.

Total kendaraan roda empat menyeberang dari Merak ke Bakauheni puncaknya terjadi pada Minggu (23/12) dengan jumlah 10.642 unit, sebaliknya dari Bakauheni terjadi pada (26/12) dengan jumlah kendaraan mencapai 6.931 unit.

Trip kapal selama angkutan Nataru tercatat di pelabuhan Merak sebanyak 764 trip atau perjalanan kapal, di pelabuhan Bakauheni sebanyak 750 trip.

Sugeng Purwono menyebut, sesuai prediksi penumpang menyeberang dari Merak menuju Bakauheni akan mencapai puncaknya pada Senin (31/12) menjelang malam pergantian tahun. Sebanyak 71 kapal disiagakan dengan kapal siap operasi berjumlah sebanyak 68 kapal.

Selain itu kesiapan PT. ASDP Indonesia Ferry Bakauheni dilakukan dengan menyediakan 6 dermaga termasuk dermaga VII yang merupakan dermaga eksekutif. Sejumlah loket pembelian tiket kendaraan dan penumpang juga tersedia memadai menghindari penumpukan pembeli tiket.

Mengantisipasi lonjakan penumpang pejalan kaki asal Pulau Jawa, Dewan Pimpinan Cabang Khusus (DPCK) Organisasi Pengusaha Angkutan Darat (Organda) Bakauheni memastikan kendaraan mencukupi.

Ivan Rizal, ketua DPCK Organda Bakauheni menyebut, telah menyediakan sebanyak 40 bus pada angkutan Nataru dan juga puluhan kendaraan angkutan pedesaan, juga travel. Jumlah penumpang yang naik dari Merak dan akan turun di pelabuhan Bakauheni disebutnya selalu terpantau.

“Kami selalu berkoordinasi dengan petugas di Merak untuk mengetahui jumlah penumpang naik kapal sehingga bisa diantisipasi ketersediaan kendaraan,” terang Ivan Rizal.

Ivan Rizal, ketua DPC Khusus Organda Lampung Selatan – Foto Henk Widi

Ketersediaan kendaraan tersebut diakui Ivan Rizal akan menghindari penumpang pejalan kaki kehabisan kendaraan. Sejumlah penumpang pejalan kaki yang akan melanjutkan perjalanan ke sejumlah wilayah di Lampung bisa menggunakan moda transportasi bus, travel dan angdes di terminal antarmoda pelabuhan Bakauheni.

Sejumlah penumpang pejalan kaki dengan tujuan jarak dekat sebagian bahkan memilih dijemput keluarga dengan kendaraan pribadi serta jasa ojek.

Pantauan Cendana News, sejumlah kapal roro yang akan sandar di dermaga pelabuhan Bakauheni mengalami kesulitan sandar akibat angin kencang dan gelombang tinggi.

Berdasarkan surat edaran Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) sejak (28/12) hingga (31/12) dikeluarkan peringatan dini gelombang tinggi salah satunya di wilayah Selat Sunda.

Pada surat edaran bernomor ME.301/PD/28/APM/XII/BMKG-2018 tinggi gelombang 2,5 hingga 4,0 meter berpeluang terjadi di Selat Sunda bagian Selatan yang menjadi salah satu jalur pelayaran kapal dari Bakauheni ke Merak.

Baca Juga
Lihat juga...