Atasi Krisis Air, NTT Butuh 4.000 Embung

198
Embung, ilustrasi -Dok: CDN

KUPANG – Nusa Tenggara Timur (NTT) butuh membangun sekira 4.000 embung, untuk mengatasi krisis air yang sering terjadi di daerah tersebut.

“Saat ini, jumlah embung yang sudah dibangun di NTT ada 1.125 embung, kita butuh sekitar 4.000 embung untuk mengatasi kebutuhan air di daerah ini,” Kepala Dinas Pekerjaan Umum NTT, Andre Koreh, Senin (3/12/2018).

Menurutnya, pemerintah provinsi, di bawah kepemimpinan Gubernur, Viktor Bungtilu Laiskodat, dan Wakil Gubernur, Josef Nae Soi, memprogramkam, setiap desa di provinsi tersebut memiliki satu embung. “Dengan kondisi jumlah desa kita ada 3.400 lebih, maka masih dibutuhkan lagi ribuan embung,” katanya.

Andre menyebut, untuk menuntaskan pembangunan infrastruktur air di daerah itu, membutuhkan banyak dukungan, karena biaya yang dibutuhkan relatif besar. Untuk pembangunan satu embung kecil saja di NTT, membutuhkan biaya sekitar Rp1,2 miliar. Selain embung, NTT juga membutuhkan pembanguan sumber air, yang ditampung dalam skala besar melalui bendungan. Pembangunan bendungan, merupakan kewenangan pemerintah pusat, dan hingga saat ini, sudah dialokasikan tujuh bendungan untuk dibangun di NTT.

Salah satu bendungan yang sudah tuntas dibangun adalah, Bendungan Raknamo, di Kabupaten Kupang. Sedangkan, yang masih dibangun, dan hampir tuntas adalah, Bendungan Napunggete di Kabupaten Sikka, dan Bendungan Rotiklot, di Kabupaten Belu. “Memang alokasi bendungan untuk kita masih terbatas karena untuk mengatasi kebutuhan air kita butuh sekitar 70 bendungan,” katanya. (Ant)

Baca Juga
Lihat juga...