Bali Bertekad Wujudkan Ketahanan Pangan

Editor: Koko Triarko

134

BULELENG – Gubernur Bali, Wayan Koster, menegaskan, dalam pembangunan Bali pada lima tahun ke depan, bertekad mewujudkan kemandirian pangan.

Hal itu dilakukan dengan meningkatkan nilai tambah dan daya saing pertanian, serta memastikan terpenuhinya kebutuhan pangan, sandang dan papan, dalam jumlah yang memadai bagi kehidupan Krama Bali, sebagaimana tertuang dalam Visi “Nangun Sat Kerti Loka Bali”, melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana.

“Berdasarkan data dan laporan tentang kondisi ketahanan pangan di Provinsi Bali, dari aspek ketersediaan pangan cukup memadai untuk kebutuhan penduduk Bali dan wisatawan yang berkunjung, dengan tingkat keterjangkauan dan distribusi pangan sudah sampai ke seluruh pelosok desa, dengan harga sangat stabil,” kata Wayan Koster, pada Peringatan Hari Pangan Sedunia (HPS) ke-38 Tingkat Provinsi Bali, yang dipusatkan di Taman Kota Singaraja, Buleleng, Jumat (7/12/2018).

Namun, sambung Koster, pihaknya tidak henti-hentinya mengajak semua pihak untuk senantiasa menjaga stabilitas cadangan  dan harga pangan, sehingga Bali tetap ajeg di bidang pangan.

Menurut Koster, peringatan Hari Pangan Sedunia bertujuan untuk memperkuat kerja sama dan membangun koordinasi fungsional yang efektif, dengan melibatkan seluruh komponen pemerintah dan masyarakat dalam rangka mempertahankan ketahanan pangan nasional, serta memotivasi stakeholders untuk berpartisipasi secara  aktif dan berkelanjutan, dalam membangun ketahanan pangan.

“Kami meminta, agar semua pihak tetap berkomitmen dengan semangat gotong royong, membantu saudara kita yang menemui kesulitan dalam pemenuhan pangan. Salah satu program yang harus kita laksanakan bersama, yaitu mengurangi ketergantungan masyarakat untuk mengkonsumsi pangan yang bersumber dari beras atau terigu, serta  menggantikan dengan sumber-sumber pangan lokal yang ada di sekitar kita,” ujar Koster.

Untuk itu, Koster mengajak krama Bali untuk memanfaatkan secara optimal tanah pekarangan dan lahan kosong atau tidak produktif di sekitar, untuk ditanam  berbagai jenis tanaman pangan sebagai sumber pangan yang beragam, bergizi seimbang dan aman serta ditanami berbagai jenis tanaman yang sangat diperlukan sebagai sarana upacara atau ritual keagamaan.

Menurut Koster, saat ini ada kecenderungan, bahwa pola konsumsi masyarakat, khususnya anak-anak dan generasi muda, lebih menyukai produk pangan cepat saji dan mengabaikan atau kurang menyukai produk pangan lokal segar yang sesungguhnya sangat bermanfaat bagi pertumbuhan dan perkembangan serta kesehatan.

“Kebiasaan yang kurang baik tersebut, harus segera kita kikis dengan senantiasa mengajak anak-anak generasi muda untuk mengkonsumsi pangan lokal yang beragam, bergizi seimbang, begitu pula kepada para produsen pangan, agar senantiasa menggali potensi pangan lokal untuk dijadikan produk pangan yang disukai masyarakat, khususnya anak- anak, sehingga pangan lokal menjadi pangan favorit masyarakat,” imbuhnya.

Ia juga mengatakan, dalam rangka gerakan percepatan diversifikasi pangan diperlukan komitmen semua pihak untuk mengurangi ketergantungan pada beras, mengganti dengan pangan lokal dengan mutu setara, bahkan lebih bagus dari beras.

“Saya berharap kepada Bupati/Wali Kota se-Bali, agar terus menerus memantapkan komitmennya mensejahterakan masyarakat, khususnya melalui berbagai program ketahanan pangan, bersinergi dengan program pemerintah provinsi dan pusat. Kita telah merancang peraturan gubernur, agar nantinya hotel, restoran dan lainnya menggunakan buah lokal Bali, kita punya segalanya. Semua itu harus kita manfaatkan dengan baik,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Bali, I Wayan Mardiana, menjelaskan jika pelaksanaan peringatan HPS Tingkat Provinsi Bali merupakan tindak lanjut dari peringatan hari pangan sedunia tingkat nasional, yang telah dilaksanakan pada 18-21 Oktober 2018 di Banjarbaru, Provinsi Kalimantan Selatan.

Tujuan dilaksanakan peringatan HPS untuk meningkatkan kesadaran dan perhatian masyarakat internasional, akan pentingnya penanganan masalah pangan bagi kehidupan masyarakat  di seluruh belahan dunia ini.

“Pelaksanaan puncak peringatan Hari Pangan Sedunia tingkat provinsi Bali, dilaksanakan serangkaian kegiatan peninjauan posyandu paripurna dan lansia, yang memperagakan senam lansia, penyerahan bingkisan kepada lansia, dilanjutkan dengan pemberian makanan tambahan kepada balita, peninjauan hasil pertanian dan pameran produk olahan pangan lokal,” ujarnya.

Baca Juga
Lihat juga...