Bali Bertekad Wujudkan Ketahanan Pangan

Editor: Koko Triarko

BULELENG – Gubernur Bali, Wayan Koster, menegaskan, dalam pembangunan Bali pada lima tahun ke depan, bertekad mewujudkan kemandirian pangan.

Hal itu dilakukan dengan meningkatkan nilai tambah dan daya saing pertanian, serta memastikan terpenuhinya kebutuhan pangan, sandang dan papan, dalam jumlah yang memadai bagi kehidupan Krama Bali, sebagaimana tertuang dalam Visi “Nangun Sat Kerti Loka Bali”, melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana.

“Berdasarkan data dan laporan tentang kondisi ketahanan pangan di Provinsi Bali, dari aspek ketersediaan pangan cukup memadai untuk kebutuhan penduduk Bali dan wisatawan yang berkunjung, dengan tingkat keterjangkauan dan distribusi pangan sudah sampai ke seluruh pelosok desa, dengan harga sangat stabil,” kata Wayan Koster, pada Peringatan Hari Pangan Sedunia (HPS) ke-38 Tingkat Provinsi Bali, yang dipusatkan di Taman Kota Singaraja, Buleleng, Jumat (7/12/2018).

Namun, sambung Koster, pihaknya tidak henti-hentinya mengajak semua pihak untuk senantiasa menjaga stabilitas cadangan  dan harga pangan, sehingga Bali tetap ajeg di bidang pangan.

Menurut Koster, peringatan Hari Pangan Sedunia bertujuan untuk memperkuat kerja sama dan membangun koordinasi fungsional yang efektif, dengan melibatkan seluruh komponen pemerintah dan masyarakat dalam rangka mempertahankan ketahanan pangan nasional, serta memotivasi stakeholders untuk berpartisipasi secara  aktif dan berkelanjutan, dalam membangun ketahanan pangan.

“Kami meminta, agar semua pihak tetap berkomitmen dengan semangat gotong royong, membantu saudara kita yang menemui kesulitan dalam pemenuhan pangan. Salah satu program yang harus kita laksanakan bersama, yaitu mengurangi ketergantungan masyarakat untuk mengkonsumsi pangan yang bersumber dari beras atau terigu, serta  menggantikan dengan sumber-sumber pangan lokal yang ada di sekitar kita,” ujar Koster.

Untuk itu, Koster mengajak krama Bali untuk memanfaatkan secara optimal tanah pekarangan dan lahan kosong atau tidak produktif di sekitar, untuk ditanam  berbagai jenis tanaman pangan sebagai sumber pangan yang beragam, bergizi seimbang dan aman serta ditanami berbagai jenis tanaman yang sangat diperlukan sebagai sarana upacara atau ritual keagamaan.

Lihat juga...