Bambang Eras Suarakan Kritik Lewat Mural

Editor: Koko Triarko

JAKARTA – Kongres Kebudayaan Indonesia (KKI) 2018 yang digelar 5-9 Desember 2018, melibatkan banyak seniman budayawan seluruh Indonesia. Seperti para pelukis mural yang diberi kesempatan unjuk kebolehan di halaman kantor Kemendikbud, Senayan, Jakarta.

Sekitar 30 seniman dari berbagai daerah, membuat mural dengan ragam tema yang diambil dari 10 objek kebudayaan, yaitu permainan rakyat, olah raga tradisional, pengetahuan tradisional, teknologi tradisional, adat istiadat, manuskrip, tradisi lisan, seni, bahasa, dan ritus.

Bambang Eras, salah seorang pelukis mural mengangkat kesenian tradisional Debus atau ada yang menyebutnya Jathilan.

“Saya dari Yogyakarta bersama teman-teman pelukis dari seluruh Indonesia diundang oleh Kemendikbud, untuk terlibat dalam Kongres Kebudayaan Indonesia 2018, dengan ragam tema dari 10 objek kebudayaan,“ kata Bambang Eras, pelukis mural dari Yogyakarta, kepada Cendana News dalam acara Kongres Kebudayaan Indonesia 2018 di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Senayan, Jakarta, Jumat (7/12/2018).

Menurut Bambang Eras, Kongres Kebudayaan Indonesia 2018, sangat luar biasa, karena begitu komplit dengan melibatkan banyak seniman dan budayawan seluruh Indonesia.

“Hal ini tentu sangat baik untuk kemajuan kebudayaan di Indonesia, terutama untuk para pelaku seni,“ ungkapnya.

Bambang membeberkan, ia membuat mural yang mengangkat dari kesenian tradisional debus. “Kalau di Yogyakarta namanya Jathilan, kesenian yang sangat merakyat yang merupakan perpaduan antara seni tari dengan magis ini, dimainkan dengan kuda-kudaan yang terbuat dari anyaman bambu, kepang,“ bebernya.

Lihat juga...