Banyuasin Upayakan Tiap Desa Ada Sub Penyalur BBM

Ilustrasi - Foto: Dokumentasi CDN

PALEMBANG — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuasin mengupayakan setiap desa ada sub penyalur bahan bakar minyak (BBM), untuk memaksimalkan penerapan kebijakan BBM satu harga.

“Masyarakat yang berada di daerah pelosok dan perairan atau yang lokasinya jauh dari SPBU sekarang ini sebagian besar masih membeli BBM dengan harga tinggi atau di atas Harga Eceran Tertinggi (HET), kondisi ini diharapkan bisa segera diatasi dengan pembangunan sub penyalur BBM di setiap desa,” kata Asisten Perekonomian dan Pembangunan Banyuasin, Basarudin di Palembang, Rabu (12/12/2018).

Dalam acara Sosialisasi Implementasi Sub Penyalur dalam rangka percepatan penerapan BBM satu harga, dia menjelaskan, Kabupaten Banyuasin dengan luas wilayah 11.832 KM2 yang kondisinya sekitar 80 persen berada di perairan memerlukan banyak sub penyalur BBM.

Dengan kondisi tersebut, daerah yang memiliki 21 kecamatan serta 305 kelurahan sulit untuk mengatasi masalah tingginya harga BBM di daerah pelosok dan perairan tanpa adanya penyalur resmi.

“Untuk mengatasi masalah harga BBM di daerah pelosok dan perairan lebih tinggi dibandingkan dengan daerah daratan, sangat mengharapkan pembangunan sub penyalur BBM di setiap desa segera diimplementasikan,” kata Basarudin.

Sementara Komite Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas bumi (BPH Migas), Ahmad Rizal mengajak pemerintah daerah membangun sub penyalur BBM di daerah pelosok dan perairan.

Untuk mempercepat pemerataan penerapan BBM satu harga di Sumatera Selatan dan provinsi lainnnya perlu dibangun ratusan bahkan ribuan sub penyalur BBM.

Penyalur BBM PT Pertamina atau yang dikenal Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) jumlahnya terbatas sehingga belum bisa maksimal mendukung kebijakan pemerintah menerapkan BBM satu harga.

Untuk membangun sub penyalur BBM resmi, pihaknya mendorong pemerintah kabupaten/kota mengajak masyarakat yang berada di daerah pelosok yang lokasinya jauh atau di atas 10 kilo meter dari SPBU.

“Masyarakat bisa mengajukan permohonan membangun sub penyalur BBM secara perorangan dan berkelompok ke BPH Migas melalui pemerintah daerah setempat,” ujar Rizal. (Ant)

Lihat juga...