Bappenas: Zakat Dukung Pembangunan Berkelanjutan

Kepala Bappenas, Bambang Brodjonegoro -Dok: CDN

JAKARTA – Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Bambang Brodjonegoro, mendorong pemanfaatan dana zakat untuk mencapai target-target dalam Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs).

“Zakat merupakan instrumen potensial yang dapat mendukung agenda pembangunan nasional, sekaligus pembangunan berkelanjutan global,” ujar Bambang, dalam acara Konferensi Internasional World Zakat Forum (WZF) 2018 di Malaka, Malaysia, sebagaimana keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Kamis (6/12/2018).

Menurut Bambang, keselarasan zakat dengan SDGs dapat dilihat dari berbagai program zakat, yang ditujukan untuk menghapus kemiskinan (SDGs Tujuan 1), mengakhiri kelaparan (Tujuan 2), mengurangi ketimpangan (Tujuan 10), serta kemitraan untuk mencapai tujuan (Tujuan 17).

Ia kemudian menjelaskan beberapa contoh pemanfaatan dana zakat di Indonesia. Pertama, yaitu Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) di Jambi.

Dana zakat telah mendukung pembangunan PLTMH untuk menyediakan suplai listrik bagi 806 rumah tangga di empat desa Provinsi Jambi, yaitu Desa Lubuk Bangkar (60 kW), Ngaol (40 kW), Air Liki (40 kW), dan Air Liki Baru (40 kw), sehingga memberikan manfaat bagi 8.000 orang.

Dengan skema blended finance, pembangunan PLTMH ini juga melibatkan UNDP, Bank Jambi, Kementerian ESDM, dan Pemerintah Provinsi Jambi.

“Pemerintah Indonesia melalui Kementerian PPN/Bappenas bekerja sama dengan Baznas, telah menyelaraskan program zakat untuk mendukung pencapaian SDGs di Indonesia, seperti pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro di desa-desa terpencil. Kerja sama global seperti ini sangat diperlukan, untuk mengatasi isu penyaluran zakat dan standar pengelolaan zakat secara global,” ujar Bambang.

Melalui kerja sama global, lanjutnya, pemerintah Indonesia juga dapat belajar pengalaman dan praktik terbaik dari negara lain, seperti manajemen dan tata kelola zakat yang baik, rehabilitasi korban bencana alam, serta penyelarasan rencana aksi zakat untuk pembangunan berkelanjutan.

Lihat juga...