Barito Utara Remajakan Kelapa Sawit 852 Hektare

Lahan kelapa sawit - Foto: Dok. CDN

MUARA TEWEH – Pemerintah Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, melakukan peremajaan (replanting) kebun kelapa sawit milik masyarakat. Untuk program tahap pertama di 2019, replanting dilakukan di lahan seluas 852 hektare.

Lahan tersebut, tersebar di empat desa di Kecamatan Teweh Selatan. “Untuk peremajaan kelapa sawit tahun ini masih menyelesaikan dokumen, dan mulai 2019 nanti, dilaksanakan. Luas lahan ini akan berkembang dengan kesiapan petani mengurus administrasi,” kata Kepala Dinas Pertanian Barito Utara, Setia Budi, Sabtu (15/12/2018).

Menurut Budi, lahan milik warga atau petani mandiri yang menjadi sasaran program, berada di desa eks trans Perkebunan Inti Rakyat (PIR) Butong. Saat ini status kebun meningkat menjadi desa yakni Desa Bukit Sawit, Tawan Jaya, Pandran Permai dan Pandran Raya di wilayah Kecamatan Teweh Selatan.

Kebun kelapa sawit milik masyarakat tersebut, kini berusia 23 hingga 24 tahun. Hal tersebut yang memunculkan penilaian, mulai berkurang produksinya. Bila biasanya mampu menghasilkan lebih dari 10 ton per tahun per hektare. Kini rata-rata produksinya, kurang dari delapan ton per tahun per hektare. “Jadi program ini bukan untuk lahan kemitraan plasma perusahaan, akan tapi milik masyarakat atau mandiri yang ditargetkan seluas 3.600 hektare,” jelasnya.

Sekretaris Tim Peremajaan Kelapa Sawit Pekebun Barito Utara, Aburrahman, mengatakan, pihaknya telah menyosialisasikan program peremajaan kelapa sawit rakyat kepada pemangku kepentingan di tingkat kabupaten dan perbankan. Melalui kegiatan tersebut, diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani kelapa sawit. Khususnya dalam praktik budi daya kelapa sawit agar berdampak positif bagi peningkatan ekonomi pekebun.

“Program peremajaan kelapa sawit yang dilakukan dengan menebang habis pohon yang ada merupakan bantuan hibah dari dana pungutan ekspor minyak sawit mentah (CPO). Dimana setiap satu hektare mendapat bantuan Rp25 juta atau Rp50 juta per kapling,” ujar Abdurrahman yang juga Kabid Perkebunan Dinas Pertanian setempat ini. (Ant)

Lihat juga...