Batan: Kaltim Berpotensi untuk Pengembangan Nuklir

SAMARINDA — Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) menilai Provinsi Kalimantan Timur, berpotensi untuk pengembangan teknologi nuklir baik bagi Industri maupun Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN).

Sekretaris Utama Batan, Falconi Margono, mengatakan pihaknya masih melakukan riset dan penelitian lebih jauh untuk menentukan wilayah mana yang dianggap memenuhi syarat sebagai wilayah pengembangan teknologi nuklir tersebut.

“Berdasaarkan data penelitian sementara kami menyebutkan wilayah Kelurahan, Buluminung, kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara, berpotensi untuk pengembangan iradiator,” kata Falconi di Samarinda, Selasa (18/12/2018).

Ia menjelaskan iradiator adalah suatu instalasi sterilisasi yang bisa digunakan untuk pengawetan bahan makanan atau produk lainnya.

“Pengembangan iradiotor ini sudah ada di Jakarta untuk skala lab di Pasar Jumat, dan skala besarnya di serpong,” jelasnya.

Kepala Pusat Kajian Sistem Energi Nuklir, Suparman, menambahkan untuk pengembangan PLTN, sudah ada lima lokasi yang sedang di survei oleh Batan.

“Ini baru tahap awal, dan tentunya kami harus mempertimbangkan semua aspek yang wajib dipenuhi, nantinya akan kami rangking wilayah mana yang paling tepat untuk pembangunan PLTN, dan tidak semua titik tersebut berada di Panajam,” jelasnya.

Menurut Suparman riset yang dilakukan oleh Batan ini baru berjalan satu tahun, dan pihaknya masih memerlukan masukan dari sejumlah instansi yang ada di Kaltim terkait keperluan yang diinginkan dalam pengembangan teknologi nuklir.

Anggota Dewan Energi Nasional, Tumiran menambahkan sejumlah negara maju seperti Jepang dan Perancis telah memanfaatkan teknologi nuklir ini dalam berbagai aspek kehidupan.

“Kalau di Negara kita ini nuklir masih dianggap sesuatu yang membahayakan, padahal faktanya tidaklah demikian, hanya masyarakat saja yang perlu banyak diedukasi,” tegas Tumiran. (Ant)

Lihat juga...