BATAN: Perlu Sosialisasi Masif Agar Masyarakat Paham Manfaat Nuklir

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

201

JAKARTA — Meningkatkan peran masyarakat dalam membantu menyosialisasikan manfaat nuklir di berbagai bidang, Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) melibatkan warga sekitar dalam rangkaian acara HUT ke 60 yang akan berpuncak pada tanggal 5 Desember 2018.

Kepala Batan Djarot S Wisnubroto menyatakan, keterlibatan warga sekitar dalam acara ini adalah untuk mensosialisasikan nuklir secara lebih masif kepada masyarakat.

“Rangkaian acara ulang tahun kali ini memang dibuat terbuka bagi masyarakat. Sehingga mereka dapat melihat sendiri apa yang dihasilkan oleh Batan,” kata Djarot pada Cendana News, Selasa (4/12/2018).

Djarot juga menekankan, pemerintah merupakan salah satu kunci keberhasilan sosialisasi. Kalau komitmen tinggi, maka akan lebih mudah menerapkan teknologi nuklir.

“Tantangan besarnya adalah bagaimana meyakinkan pemerintah. Tentunya mengatasi kendala terbesar yang kami miliki, yaitu anggaran. Bayangkan anggaran yang tidak lebih dari Rp15 miliar untuk seluruh Indonesia. Itu sangat kecil,” ujarnya.

Selain itu, sumber daya manusia Batan diakui Djarot memang mayoritas memiliki latar belakang teknis. Sementara untuk ahli komunikasi dan ahli sosial masih jarang.

“Hal ini juga menjadi hambatan dalam sosialisasi, tapi slogan kita sekarang adalah We60Up. Artinya Batan di usia 60 ini akan terus up dan up,” tegas Djarot.

Sementara itu, Memasuki umurnya yang ke-60 tahun, Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) memastikan akan tetap melakukan inovasi-inovasi di bidang teknologi nuklir untuk kesejahteraan masyarakat.

“Kita ingin menjadikan nuklir itu tidak menakutkan dan memiliki manfaat. Tahun ini juga merupakan tahun ke-4 dari renstra kita, yang puncaknya di tahun 2019. Memang kita sudah berkontribusi pada masyarakat, seperti kesehatan maupun pertanian,” kata Djarot.

Djarot memisalkan pada bidang pertanian, yang saat ini bibit padi inovasi Batan sudah ditanam di 50 ribu hektare sawah, akan ditingkatkan jumlahnya. Atau dari segi kesehatan, kerja sama dengan PT. Kimia Farma dan PT INUKI akan diperluas lagi, bahkan kalau perlu hingga peningkatan ekspor.

“Reaktor riset kita juga perlu diutilisasi lebih luas. Misalnya bekerja sama dengan pihak perguruan tinggi ataupun lembaga penelitian dan kementerian. Seperti untuk PTKRN, tahun depan itu targetnya adalah untuk menyelesaikan desain Reaktor Eksperimental. Ini artinya, Indonesia bisa membuat desain reaktor untuk PLTN,” ujarnya.

Atau untuk pembuatan detektor benda radioaktif yang rencananya pada 2019 akan diletakkan di pelabuhan-pelabuhan untuk memantau keluar masuknya benda-benda yang disinyalir mengandung radioaktif.

Target lainnya, yang menurut Djarot akan dicapai oleh Batan adalah alat-alat engineering yang bisa disesain dan dipasarkan ke masyarakat.

Baca Juga
Lihat juga...