Batang Petakan Titik Rawan Macet dan Kecelakaan di Pantura

168
Ilustrasi -Dok: CDN

BATANG – Dinas Perhubungan Kabupaten Batang, Jawa Tengah, memetakan keberadaan tujuh titik jalur rawan macet dan delapan jalur rawan kecelakaan lalu lintas, di sepanjang jalur Pantai Utara (pantura).

Pemetaan dilakukan, menjelang perayaan Natal 2018 dan Tahun Baru 2019. Hasil pemetaan tersebut, untuk membantu membuat jalur alternatif, bagi pengguna jalan saat libur akhir tahun. “Kami telah petakan simpul-simpul jalur rawan macet dan kecelakaan. Nantinya, kami akan memasang papan penunjuk arah jalan untuk menghidari kemacetan maupun kecelakaan lalu lintas kendaraan,” kata Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Batang, Murdiono, Sabtu (8/12/2018).

Tujuh titik rawan macet dan kecelakaan tersebut yaitu, jalan Kalisari, Pasar Batang, jalur tol exit Kandeman, pantura Tulis, Subah, Banyuputih, dan perbatasan wilayah jalur pantura Kabupaten Batang dengan Weleri atau exit tol Weleri. Adapun delapan jalur rawan kecelakaan, antara lain, Kalisari, Pasar Batang, jalur pantura Sambong, Kandeman, Tulis, Subah, Banyuputih, dan Gringsing.

Bagi pemudik dari arah barat (Jakarta), yang bergerak menuju timur (Semarang), bisa melewati rute Jalan Gajah Mada Kota Pekalongan, Jalan Imam Bonjol Jalan Manggis Salak Seruni Jalan Ki Mangunsarkoro-Jalan Mayjen Sutoyo Jalan Yos Sudarso-Jalan Pantai Sigandu-Ujungnegoro-Jalan Raya Bakalan, hingga jalan pantura Batang-Semarang.

Selain antisipasi kemacetan dan kecelakaan lalu lintas, Dishub juga menyiagakan 15 personel di sejumlah tempat ibadah umat Kristiani pada perayaan Natal 2018. dan 35 personel di Alun-alun Batang, pada malam Tahun Baru 2019. “Hal yang utama lagi, kami juga menyiagakan 58 petugas, untuk menjaga 10 perlintasan perlintasan jalur kereta api di daerah setempat,” katanya.

Murdiono menambahkan puncak arus mudik libur Natal 2018 dan Tahun Baru 2019 diperkirakan terjadi 23 Desember hingga 24 Desember 2019. (Ant)

Baca Juga
Lihat juga...