Batang Targetkan PAD Parkir Rp1,250 Miliar

Ilustrasi - Dokumentasi CDN

BATANG – Pemerintah Kabupaten Batang, Jawa Tengah, menargetkan Pendapatan Asli Daerah dari retribusi perpakiran di 2019 sebanyak Rp1,250 miliar. Target tersebut, naik 25 persen dari target di 2018 yang hanya Rp1 miliar.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Batang, Murdiono, mengatakan, saat ini dishub sudah mulai memetakan potensi baru pada spot-spot parkir, yang selama ini belum menyumbang ke PAD. “Salah satu dari spot parkir potensial itu, antara lain Pasar Reban yang baru dibangun dan diresmikan, membuat garis beberapa spot parkir baru di tujuh titik, serta melakukan survei ke setiap kecamatan, untuk mencari spot-spot potensial parkir lainnya,” tandasnya, Sabtu (15/12/2018).

Ditambahkan Kepala Bidang Pengendalian Operasi, Heri Priyo Pratomo, adapun pencapaian PAD dari sektor perpakiran hingga pertengahan Desember 2018, telah mencapai sekira Rp850 juta. “Kendati masih menyisakan waktu sekitar 15 hari lagi ke depan, kami optimistis pencapaian target Rp1 miliar ini akan terlampaui, karena pada bulan ini masih banyak petugas parkir yang belum menyetor uang ke kas daerah,” katanya.

Penarikan PAD dari sektor perpakiran di 2018, mengalami keterlambatan, karena adanya pergantian pimpinan Dinas Perhubungan dan penetapan peraturan tarif. Hal itu memengaruhi pemasukan PAD dari sektor perpakiran. “Kendati demikian kami optimistis pencapaian PAD perpakiran akan terlampaui. Saat ini tarif parkir sepeda motor ditetapkan Rp1.000 per unit, roda empat Rp2.000, dan roda enam Rp4.000,” katanya.

Dinas Perhubungan sudah menarik retribusi di sekira 230 lokasi parkir, sehingga diharapkan bisa menambah pemasukan PAD dari sektor perpakiran yang ditargetkan sebesar Rp1 miliar. (Ant)

Lihat juga...