Batang Usulkan Konsep TOD ke Pemerintah Pusat

198
Ruas Tol Solo-Ngawi - Dok: CDN

BATANG – Pemerintah Kabupaten Batang, Jawa Tengah mengusulkan konsep Transit Oriented Development (TOD), ke pemerintah pusat.  Usulan tersebut disampaikan, sebagai tindaklanjut operasionalisasi Tol Trans Jawa yang melintas di daerah tersebut.

Bupati Batang, Wihaji, mengatakan, Presiden Joko Widodo sudah menyetujui konsep TOD yang diajukan tersebut. Keberadaan sarana tersebut, diyakini dapat mengurangi dampak negatif operasionalisasi Tol Trans Jawa. “Sebelumnya, saya sudah melakukan pertemuan dengan Presiden untuk mengusulkan TOD, namun baru dijanjikan, dan di pertemuan ketiga pada Kamis (29/11/2018) di Istana Presiden Jakarta, Beliau setuju dan langsung mengutus Deputi BUMN untuk berkoordinasi dengan saya,” ungkap Wihaji, Senin (3/12/2018).

TOD merupakan, tempat peristirahatan, yang diharapkan dapat menjadi kota baru di daerah tersebut. Tempat tersebut, akan dilengkapi dengan fasilitas wisata ekosistem biota laut, hotel, dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Lokasi TOD yang diusulkan ada di KM 390, yang akan menempati lahan seluas 100 hektare, milik PT Perkebunan Nasional (PTPN) IX, yang berada di dekat Pantai Celong, Kecamatan Banyuputih. “Adapun, pembangunan TOD ditaksir menghabiskan dana ratusan miliar. Saya yakin, ini konsep baru, bahkan satu-satunya di Indonesia,” tandasnya.

Konsep TOD, merupakan bagian dari keberpihakan Pemkab Batang, terhadap pelaku UMKM setempat. Di lokasi tersebut, akan ada warung rakyat, yang peruntukannya bagi pelaku usaha setempat. “Lokasi yang dipilih sangat indah, karena pemandangannya bisa melihat langsung pantai. Selain itu, konsep ini juga untuk menyelamatkan kuliner dan UMKM, serta hampir mirip dengan Japan Oriented Invesment Network,” pungkasnya. (Ant)

Baca Juga
Lihat juga...