Batik Indonesia Jadi Primadona di Afrika

Ilustrasi - Batik Indonesia - Foto Dokumentasi CDN

ZEYNITA GIBBONS – Batik Indonesia menjadi primadona, pada acara Diplomatic Fun Fair 2018, yang diadakan Kementerian Luar Negeri Afrika Selatan, di Ditsong Pioneer Museum, Pretoria.

Duta Besar Indonesia untuk Afrika Selatan mencakup Republik Botswana, Kerajaan Swaziland dan Kerajaan Lesotho, Salman Al-Farisi, mengatakan, bagi masyarakat Afrika Selatan, batik memiliki kesan dan makna historis yang sangat mendalam.

Batik dikenal masyarakat Afrika Selatan dengan sebutan Madiba Shirt atau kemeja Madiba, yang merupakan panggilan akrab tokoh pejuang Apartheid, Nelson Mandela. Seperti diketahui, Mandela kerap mengenakan batik di berbagai kegiatan, sehingga membuat batik semakin terkenal dan mendunia, khususnya di Afrika Selatan.

Lebih dari 200 orang pengunjung, yang terdiri dari komunitas diplomatik, pengusaha, dan masyarakat umum di Pretoria, Afrika Selatan, menyerbu stand Indonesia, untuk berburu batik dan makanan tradisional Indonesia. Di stand Indonesia, pengunjung dapat merasakan cita rasa kopi asli Indonesia, yang disajikan oleh Kantor ITPC Johannesburg. Selain batik, makanan Indonesia seperti sate ayam, mie goreng dan nasi goreng, juga diminati pengunjung.

Dalam acara tersebut, pengunjung juga diperkenalkan dengan kue-kue tradisional Indonesia, seperti Klepon dan Onde-onde. Banyak pengunjung yang mengatakan, makanan Indonesia lezat. Hal itu menarik minat mereka untuk berkunjung ke Indonesia. Pada tahun ini, acara tersebut dihadiri sekira 2.000 orang pengunjung, dan terdapat 15 perwakilan negara-negara asing yang turut berpartisipasi dalam acara tersebut, seperti Benin, Botswana, RRT, Kongo, Ghana, Indonesia, Jepang, Mali, Mauritius, Palestina, Portugal, Somalia, Sri Lanka, Tanzania, dan Thailand. (Ant)

Lihat juga...