Bawaslu Jabar: 2018, Ada Ratusan Pelanggaran Kampanye

BANDUNG  – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Jawa Barat, menyatakan, terdapat 138 dugaaan pelanggaran kampanye Pemilu 2019 selama tahun 2018, dan pelanggaran kampanye terbanyak didominasi oleh pelanggaran administrasi yakni sebanyak 72 kasus.

“Jadi dari angka 138 tersebut ditemukan sebanyak 47 pelanggaran Alat Peraga Kampanye (APK) dan pelanggaran tertinggi terkait administrasi pemilihan, yakni 73 kasus,” kata Ketua Bawaslu Provinsi Jawa Barat, Abdullah Dahlan, seusai menggelar jumpa pers Catatan Akhir Tahun Pengawasan Pemilu 2019, di Kota Bandung, Sabtu.

Dia mengatakan, tindakan para peserta Pemilu yang menyalahi aturan tersebut ditemukan dari beragam modus seperti kampanye iklan di luar jadwal ada 12 kasus, kampanye penggunaan fasilitas negara ada tujuh kasus, politik uang ada sembilan kasus, keterlibatan ASN ada empat kasus.

Menurut dia, tugas dari Bawaslu Jawa Barat mengawal seluruh tahapan Pemilihan Legislatif dan Pilpres di Jawa Barat yakni mulai dari tahapan pendaftaran calon, pencalonan, tahapan kampanye, daftar pemilih.

“Adapun strategi yang dilakukan oleh Bawaslu untuk melakukan pencegahan, yaitu dengan melibatkan seluruh unsur masyarakat. Mulai dari komunitas, pemuda, kelompok agama, lintas agama, kelompok kalangan pondok pesantren, hingga mahasiswa,” tutur Abdullah.

Sementara itu, Koordinator Divisi Pengawasan Bawaslu Jabar, Zaki Hilmi, menambahkan, Bawaslu Provinsi Jawa Barat menertibkan puluhan ribu alat peraga kampanye calon legislatif selama 2018.

Lihat juga...