Bawaslu Jabar Temukan 182 Pelanggaran Pemilu

Editor: Mahadeva WS

Ketua Bawaslu Jabar, Abdullah - Foto M Amin

BEKASI – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Jawa Barat (Jabar), telah mendapatkan 182 temuan pelanggaran pemilu. Dari jumlah tersebut, saat ini sebagian sudah teregister.

Dari proses yang dilakukan, ada yang masih dikaji untuk mendapatkan kepastian memenuhi unsur pelanggaran atau tidak. “Jumlah pelanggaran Pemilu terbesar adalah temuan Bawaslu. Tapi ada juga laporan meskipun kecil,” kata Abdullah, Ketua Bawaslu Provinsi Jawa Barat, saat menghadiri konsilidasi internal Bawaslu di Kota Bekasi, Sabtu (15/12/2018).

Dari temuan yang didapat, pelanggaran Alat Peraga Kampanye (APK), merupakan pelanggaran terbanyak. Disusul pelanggaran oleh Aparatur Sipil Negara (ASN), dan ada unsur money politik, serta iklan kampanye diluar jadwal yang telah ditetapkan.

Abdullah mengklaim, banyaknya temuan pelanggaran menunjukkan, Bawaslu Jabar beserta jajaran tingkat kabupaten dan kota, menjalankan fungsi pengawasan. Bahkan fungsi tersebut diklaimnya, sudah berjalan maksimal di lapangan. Hal itu disebutnya, sebagai upaya menciptakan Pemilu berkualitas di Jabar. Di samping pengawasan, Bawaslu juga memiliki kewenangan penyelesaian sengketa Pemilu. Sampai saat ini, ada sejumlah kasus yang sudah di selesaikan di tingkat Jawa Barat. “Setidaknya Bawaslu Jabar, sudah menyelesaikan delapan kasus. Baik melalui mediasi dan ajudikasi,” tandasnya.

Dalam kesempatan itu, Abdullah juga mengatakan, Daftar Pemilih Tetap (DPT) Provinsi Jawa Barat sudah ditetapkan sebanyak 33,2 juta pemilih. Jumlah itu menjadi jumlah terbesar di Indonesia. “Jumlah DPT Jabar sudah disepakati dalam pleno dan perhari ini juga di plenokan ditingkat nasional,” ungkap Abdullah.

Bawaslu Jabar masih tetap akan terus melakukan pengawasan, untuk mendata pemilih yang belum terdaftar. Mereka yang belum melakukan perekaman, akan didata dan menjadi catatan untuk disampaikan ke KPU baik Provinsi, Kota dan Kabupaten.

Lihat juga...