Bawaslu Pekanbaru Tertibkan Sejumlah Baliho Caleg

168

PEKANBARU  – Sebanyak 16 baliho calon anggota legislatif (caleg) yang dipajang di kawasan Kecamatan Payung Sekaki, Sukajadi, Rumbai dan Rumbai Pesisir ditertibkan oleh Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Pekanbaru, Provinsi Riau.

“Kami bekerja malam hari agar tidak berbahaya bagi pelintas,” kata Ketua Bawaslu Kota Pekanbaru, Indra Khalid Nasution, di Pekanbaru, Sabtu.

Indra menyebutkan, penertiban belasan baliho caleg berukuran besar itu sesuai Surat Edaran (SE) Bawaslu RI yang melarang pemasangan Alat Peraga Kampanye (APK) di papan iklan berbayar.

“Untuk itu kita lakukan penertiban terhadap seluruh APK yang dipasang di tempat-tempat yang ditagih retribusinya (berbayar),” ujar Indra.

Sebelum dilakukan penertiban, Bawaslu terlebih dahulu sudah memberikan peringatan dan imbauan kepada para peserta kampanye melalui partai politik untuk menurunkan sendiri APK yang melanggar ketentuan tersebut.

Namun hingga kini masih banyak yang tidak mengindahkan imbauan tersebut sehingga Bawaslu bertindak tegas dengan melakukan penertiban paksa.

“Penertiban ini akan kita lakukan secara berkelanjutan di seluruh wilayah Kota Pekanbaru, ” katanya.

Berdasarkan SE Bawaslu RI tentang Pelarangan Pemasangan APK di papan iklan berbayar, Bawaslu Pekanbaru sudah menurunkan sebanyak 28 yang terpasang di media luar ruang berbayar.

“Total sudah 28 APK yang kita turunkan di billboard berbayar di sejumlah titik jalan dalam Kota Pekanbaru,” katanya.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pekanbaru telah menetapkan 691 calon anggota legisilatif untuk Pemilu 2019 dari 720 maksimal jumlah caleg, melalui rapat pleno pada Kamis (20/9/2018).

Jumlah itu kurang 29 orang karena partai politik tidak memenuhi kuota yang diberikan.

Ketua KPU Pekanbaru, Yelli Noviza, usai penetapan DCT tingkat Kota Pekanbaru mengatakan, seharusnya jumlah DCT mencapai 720, namun 29 tidak dipenuhi partai politik peserta Pemilu 2019 dengan berbagai alasan.

“Seperti tidak memenuhi syarat karena persyaratan ijazah yang tidak dipenuhi,” ujar Yelli. (Ant)

Baca Juga
Lihat juga...